News

Bupati Bangkalan dan 5 Tersangka Lain Resmi Ditahan 20 Hari

Bupati Bangkalan dan 5 Tersangka Lain Resmi Ditahan 20 Hari
 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah resmi menahan Bupati Bangkalan, Abdul Latif Imron bersama lima orang lainnya pada hari Kamis (8/12/2022). (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah resmi menahan Bupati Bangkalan, Abdul Latif Imron bersama lima orang lainnya pada ini.

Mereka langsung ditahan usai rampung diperiksa penyidik terkait kasus dugaan suap jual beli jabatan di Bangkalan.

"Ditahan selama 20 hari pertama," kata Ketua KPK Firli Bahuri di Gedung Merah Putih, Kamis (8/12/2022).

baca juga:

Firli menjelaskan, penahanan Abdul Latif dkk untuk mempermudah proses penyidikan terkait perkara itu. Adapun lima tersangka lainnya yakni, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Hosin Jamili, Kadis PUPR Wildan Yulianto, Kadis Perindustrian dan Tenaga Kerja Salman Hidayat, Kadis Ketahanan Pangan Achmad Mustaqim dan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Agus Eka Leandy.

"Ditahan karena adanya bukti yang cukup," ujar Firli. 

Abdul bakal mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) KPK pada Gedung Merah Putih. Sementara, Agus, Wildan, dan Achmad bakal ditahan di Gedung KPK pada Pomdam Jaya Guntur. Dua tersangka lainnya, yaitu Hosin dan Salman di Rutan KPK pada Kavling C1. Mereka bakal ditahan per hari ini hingga 26 Desember 2022.

KPK menangkap Bupati Bangkalan, Abdul Latif Amin Imron dan beberapa pihak lainnya terkait dugaan suap dalam jual beli jabatan di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. 

"Bertempat di Polda Jatim, tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka dugaan korupsi di Kabupaten Bangkalan," ujar Jurubicara KPK, Ali Fikri di Jakarta.

Penyidik KPK langsung melakukan penangkapan terhadap para tersangka. Para pihak yang ditangkap langsung dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Untuk kebutuhan penyelesaian perkara dimaksud, tim KPK menangkap para tersangka tersebut dan segera dibawa ke kantor KPK di Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Ali.

Meski begitu, sejumlah pihak lainnya yang turut diamankan selain Bupati Bangkalan belum dibeberkan KPK. Lembaga antirasuah baru akan membeberkan usai upaya paksa penahanan dilakukan.[]