News

Bunuh 51 Orang, Penembak Masjid Christchurch Minta Peninjauan Status Teroris hingga Kondisi Penjara

Brenton Harrison Tarrant, telah meminta peninjauan kembali atas status teroris hingga kondisi penjara yang ia tempati


Bunuh 51 Orang, Penembak Masjid Christchurch Minta Peninjauan Status Teroris hingga Kondisi Penjara
Brenton Tarrant akan menghabiskan sisa hidupnya di penjara Selandia Baru (REUTERS)

AKURAT.CO, Terpidana penembakan masjid Christchurch, Brenton Harrison Tarrant, telah meminta peninjauan kembali atas status teroris hingga kondisi penjara yang ia tempati.

Mengutip 9 News hingga Reuters, permintaan Tarrant itu muncul pada pada minggu ini, dan rencananya akan ditinjau oleh hakim di Pengadilan Tinggi di Auckland Kamis (15/3), hari ini.

Namun, sidang ini diketahui telah ditunda karena yang bersangkutan tidak hadir.

Belum diketahui secara pasti mengapa Tarrant berhalangan mengikuti telekonferensi dari penjaranya di Auckland.

Sementara, informasi awal dari otoritas menunjukkan bahwa Tarrant ingin pengadilan meninjau keputusan yang dibuat oleh Departemen Pemasyarakatan tentang kondisi penjaranya.

Dikonfirmasi pula bahwa Tarrant keberatan dengan label 'teroris' yang disematkan untuknya atas dasar UU Pemberantasan Terorisme.

Tarrant yang seorang supremasi kulit putih, adalah satu-satunya terpidana dalam teror di Masjid An Nur dan Masjid Linwood pada 15 Maret 2019 lalu. Itu adalah kasus penembakan massal terburuk dalam sejarah Selandia Baru.

Saat itu, Tarrant terbukti meneror jemaah dengan senjata dan akhirnya membunuh setidaknya 51 orang dan melukai puluhan lainnya. Setelahnya, Tarrant dijerat dengan dakwaan pembunuhan atas 51 orang serta percobaan pembunuhan terhadap 40 orang lainnya.

Lalu pada Agustus 2020, Tarrant yang berasal dari Australia, divonis penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat.