News

Buntut Tragedi Kanjuruhan, IPW Minta Kapolri Copot Kapolres Malang Ferli Hidayat

Buntut Tragedi Kanjuruhan, IPW Minta Kapolri Copot Kapolres Malang Ferli Hidayat
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo didampingi petinggi polri memberikan keterangan dalam konferensi pers kasus eks Kadiv Propam Ferdy Sambo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (30/9/2022). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan status eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo yang merupakan tersangka kasus pembunuhan Brigadir J sudah tidak lagi menjadi anggota Polri. Kemudian, istrinya, Putri Candrawathi juga resmi ditahan di Rutan Mabes Polri yang diputuskan berdasarkan penyidikan Direktorat T (Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat buntut tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang. 

"Kapolri Jenderal Listyo Sigit juga harus mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat yang bertanggung jawab dalam mengendalikan pengamanan pada pertandingan antara tuan rumah Arema FC Malang melawan Persebaya Surabaya," kata Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso, Minggu (2/10/2022).

Sugeng juga meminta Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta untuk mempidanakan panitia penyelenggara pertandingan antara Arema FC dan Persebaya.

baca juga:

"Jatuhnya korban tewas di sepak bola nasional harus diusut tuntas pihak kepolisian. Jangan sampai pidana dari jatuhnya suporter di Indonesia menguap begitu saja seperti hilangnya nyawa dua bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Juni lalu," terang dia.

Selain itu, Sugeng meminta analisis sistem pengamanan yang dilaksanakan oleh aparat kepolisian dalam mengendalikan kericuhan di sepak bola dievaluasi. Pasalnya, kericuhan dalam tragedi tragis itu berawal dari kekecewaan suporter tim tuan rumah yang turun ke lapangan tanpa dapat dikendalikan oleh pihak keamanan.

"Bahkan, aparat kepolisian yang tidak sebanding dengan jumlah penonton, secara membabi buta menembakkan gas air mata sehingga menimbulkan kepanikan terhadap penonton yang jumlahnya ribuan," lanjut Sugeng. 

"Akibatnya, banyak penonton yang sulit bernapas dan pingsan sehingga banyak jatuh korban yang terinjak-injak di sekitar Stadion Kanjuruhan Malang," sambungnya. 

Padahal, kata Sugeng, FIFA telah melarang penggunaan gas air mata di stadion sepak bola.

"Hal itu tercantum dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations pada pasal 19 huruf b disebutkan bahwa sama sekali tidak diperbolehkan mempergunakan senjata api atau gas pengendali massa," kata IPW.[]