News

Buntut PPSU Aniaya Kekasih, Pemprov Evaluasi Proses Rekrutmen

Pemprov DKI memastikan akan mengevaluasi proses rekrutmen pekerja prasarana dan sarana umum (PPSU) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Buntut PPSU Aniaya Kekasih, Pemprov Evaluasi Proses Rekrutmen
Wagub DKI Jakarta, Riza Patria (AKURAT.CO/Yohanes Antonius )

AKURAT.CO, Pemprov DKI memastikan akan mengevaluasi proses rekrutmen pekerja prasarana dan sarana umum (PPSU) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Sikap itu disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria setelah kasus penganiayaan oleh seorang anggota PPSU terhadap padangan kekasihnya yang juga PPSU yang videonya viral kemarin, Selasa (9/8/2022). 

"Ya tentu atas kejadian ini, kita akan lakukan evaluasi, monitoring, pengawasan lebih ketat, kita akan libatkan pihak-pihak yang lebih profesional, yang lebih kompeten, bagaimana menjaga. Memang kan mohon maaf ini kan sesuai dengan kapasitas dan kualitasnya, kelompok PPSU ini. Namun demikian tidak bisa jadi alasan apapun," katanya di balaikota, Rabu (10/8/2022). 

Evaluasi itu penting dilakukan. Ia tak ingin peristiwa penganiayaan yang dilakukan seorang anggota PPSU pria terhadap kekasihnya yang juga PPSU wanita itu berulang kembali. Menurut dia, aksi tersebut sangat barbar. 

baca juga:

"Tidak boleh terulang kembali, ya. Tentu ini tidak baik, sangat melanggar, ini tindakan yang barbar. Tidak bisa diterima, tidak bisa ditolerir. Harus mendapatkan sanksi," ungkapnya. 

Dia menegaskan, pihaknya tidak akan segan memberi sanksi tegas kepada pelaku kekerasan dan penganiayaan. Dia mengatakan, pihaknya akan meningkatkan monitoring dan evaluasi proses rektutemen dan pengelolaan personil PPSU di DKI Jakarta. 

"Kami akan meningkatkan lagi monitoring, evaluasi dan semua proses rekrutmen bagi seluruh anggota PPSU yang ada," ungkapnya. 

Sebelumnya diberitakan, sebuah video penganiayaan yang dilakukan seorang anggota PPSU viral di media sosial kemarin. Aksi tersebut terekam video amatir warga dan dengan cepat menyebar ke berbagai platform media sosial.

Kini, pria penganiaya yang belakangan diketahui bernama Zulpikar itu telah dipecat. Ia kehilangan pekerjaannya. Pada saat bersamaan ia juga terancam menghadapi proses hukum di kepolisian. []