News

Buntut Peluncuran ICBM, Korut 'Ditampar' Sanksi oleh Jepang, Korsel, dan AS, Berhasilkah?

Buntut Peluncuran ICBM, Korut 'Ditampar' Sanksi oleh Jepang, Korsel, dan AS, Berhasilkah?
Sebuah rudal balistik antarbenua (ICBM) diluncurkan dalam foto tak bertanggal ini, yang dirilis pada 19 November 2022 oleh Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA via Reuters)

AKURAT.CO Jepang, Korea Selatan (Korsel), dan Amerika Serikat (AS) kompak 'menampar' para pejabat Korea Utara (Korut) dengan sanksi, sebagai buntut atas peluncuran rudal balistik yang dilakukan Pyongyang. Oleh Washington, peluncuran tersebut dianggap 'menimbulkan risiko besar bagi kawasan dan seluruh dunia'.

Putusan sanksi dari AS diumumkan pada Kamis (1/12), dengan Departemen Keuangan telah menyebut individu-individu yang disanksi adalah Jon Il Ho, Yu Jin, dan Kim Su Gil. Semua pejabat ini sebelumnya juga telah dikenai sanksi oleh Uni Eropa pada bulan April.

Dengan sanksi itu, maka AS akan melarang pihaknya berurusan dengan para individu tersebut. Aset mereka yang berada di AS juga nantinya akan dibekukan. 

baca juga:

Hal yang sama diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri Korsel, dengan sanksi dijatukan kepada tujuh orang lainnya, termasuk seorang warga Singapura dan Taiwan, serta delapan entitas. Semuanya sudah berada di bawah sanksi AS yang diberlakukan antara Januari 2018-Oktober 2022, kata kementerian.

Tokyo juga memutuskan untuk memberi sanksi baru, menunjuk tiga entitas dan satu individu, kata Kementerian Luar negeri Jepang. Mereka yang disanksi termasuk Grup Lazarus, yang diduga melakukan serangan siber.

Sanksi baru yang diberikan AS, Jepang, dan Korsel datang tak lama usai Korut pada bulan lalu meluncurkan rudal balistik antar benua (ICBM), yang tampaknya adalah Hwangsong-17. Rudal itu, yang dikatakan ahli mampu menjangkau tanah AS, adalah ICBM terbaru dan terkuat Korut, kata pejabat pertahanan Korsel. 

Hwangsong-17, yang diluncurkan pada 18 November lalu, menyusul serentetan lebih dari 60 uji coba rudal, yang dilakukan Pyongyang pada tahun ini.

Sanksi juga datang setelah China dan Rusia memblokir seruan baru-baru ini, agar PBB memberi lebih banyak sanksi untuk Pyongyang. Moskow dan Beijing, yang terkenal dekat dengan Pyongyang, menganggap bahwa sanksi Korut harusnya dilonggarkan, menyarankan untuk memulai pembicaraan dan menghindari bahaya kemanusiaan. 

Namun, Washington tetap menganggap bahwa apa yang sedang dilakukan Korut adalah hal yang berbahaya.