News

Buntut Miras untuk Muhammad dan Maria, Holywings Digugat Rp35,5 Triliun

dugaan penistaan agama yang dilakukan Holywings adalah kasus pertama di Indonesia yang bernilai komersial atau memiliki keuntungan.


Buntut Miras untuk Muhammad dan Maria, Holywings Digugat Rp35,5 Triliun
Satpol PP melakukan penyegelan outlet Holywings di kawasan Epicsentrum, Jakarta, Selasa (28/6/2022). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Kasus minuman beralkohol gratis untuk Muhammad-Maria berbuntut panjang. Usai digugat oleh dua orang Muhammad. Kini Holywings juga digugat oleh Organisasi Kepemudaan Islam dan Kristen, Aliansi Pemuda Nusantara. Mereka mengugat Holywings sebesar Rp36,5 Triliun.

Gugatan itu dilayangkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Ketua Umum Aliansi Pemuda Nusantara, Pangeran Negara mengatakan dugaan penistaan agama yang dilakukan Holywings adalah kasus pertama di Indonesia yang bernilai komersial atau memiliki keuntungan.

Oleh karena itu, menurut Pangeran, Holywings  harus mempertanggungjawabkan secara material di hadapan hukum.

baca juga:

Nantinya, uang dari hasil gugatan tersebut akan digunakan untuk pembangunan rumah ibadah.

"Yang mana uang tersebut akan kami pergunakan untuk membangun rumah ibadah seluruh umat beragama di Indonesia," kata dia, Sabtu (2/6/2022).

Selain itu, ia juga meminta agar pihak manajemen dalam hal ini juga para pemegang saham untuk bertanggung jawab juga..

Pangeran mengungkapkan enam karyawan Holywings yang menjadi tersangka merupakan korban sebagai sikap lepas tanggung jawab manajemen perusahaan. Hal lain menurut Pangeran, pihak manajemen harus meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia karena menodai dan menistakan umat Islam dan Kristen

Untuk diketahui, dalam kasus ini jajaran Polres Metro Jakarta Selatan telah menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama dalam promosi minuman beralkohol.

Enam orang tersebut berinisial EJD (27), NDP (36), DAD (27), AAB (25), AAM (25), EA (22) yang berperan sebagai direktur kreatif, desain grafis, admin tim hingga pengunggah konten ke media sosial tersebut terancam hukuman pidana 10 tahun penjara.

Atas perbuatannya, para tersangka akan dikenakan Pasal 14 Ayat 1 dan Ayat 2 UU RI No 1 Tahun 1946 dan atau Pasal 156 atau Pasal 156 a KUHP serta Pasal 28 Ayat 2 UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Sejauh ini, proses hukum kasus promo miras tersebut masih belum ada perkembangan lebih lanjut.

Namun, puluhan outlet Holywings di seluruh Indonesia telah ditutup baik inisiatif manajemen atau pun ditutup paksa oleh pemerintah setempat.

Adapun di wilayah DKI Jakarta, 12 Holywings dicabut izin usahanya dan dilakukan penutupan secara permanen lantaran melanggar persyaratan perizinan dan penjualan minuman beralkohol yang tidak sesuai aturan.