News

Buntut Miras 'Muhammad-Maria', FBI Laporkan Holywings ke Polda Metro Jaya

Buntut Miras 'Muhammad-Maria', FBI Laporkan Holywings ke Polda Metro Jaya
Forum Batak Intelektual (FBI) yang melaporkan Holywings ke Polda Metro Jaya.  (AKURAT.CO/Anisha Aprilia)

AKURAT.CO, Kasus promosi minuman beralkohol Holywings untuk Maria dan Muhammad berbuntut panjang. Kali ini, Forum Batak Intelektual (FBI) yang melaporkan Holywings ke Polda Metro Jaya. 

"Kami telah melaporkan penodaan terhadap suatu agama pada Pasal 156 (a) KUHP. Kami di sini organisasi sosial kontrol berbasis massa yang ada di seluruh Indonesia merasa kami ini sebagai organisasi mengecam atau mengutuk staf-staf Holywings yang telah menodai agama," kata Ketua Umum FBI, Leo Situmorang, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (27/6/2022).

Menurutnya, penyertaan nama Maria di promosi minuman beralkohol telah menyakiti hati mereka.

baca juga:

"Kami dari khususnya agama Kristen anggota kami merasa sangat-sangat terpukul dengan adanya iklan ataupun promo yang mengatasnamakan nabi atau orang suci, khususnya di agama Katolik, yaitu Bunda Maria," kata Leo. 

Lebih lanjut, Leo menuturkan, penyidik harus melakukan penyelidikan. Sebab, hal ini tidak hanya semata-semata memeriksa terkait dengan pasal yang diadukan, tetapi harus memeriksa juga terhadap badan hukum Holywings.

"Kalau badan hukumnya berbentuk PT, maka dia harus tunduk terhadap Undang-Undang nomor 40 tahun 2007. Nanti di sana akan diketahui siapa penanggung jawab badan usahanya," terang Leo. 

"Penanggung jawab badan usaha inilah yang harusnya bertanggung jawab di dalam dan di luar pengadilan. Jadi tidak boleh hanya kepada beberapa orang saja yang bukan penanggungjawab. Badan usaha yang harus diperiksa kalau dia berbentuk PT," tambahnya. 

Laporan dari FBI itu telah diterima di Polda Metro Jaya. Laporan tersebut teregister dengan nomor STTLP/V/3200/VI/SPKT/POLDA METRO JAYA. 

Sebelumnya, Holywings juga dilaporkan oleh Himpunan Advokat Muda Indonesia, SAPMA Pemuda Pancasila dan KNPI DKI Jakarta.

Dalam kasus ini, Jajaran Polres Metro Jakarta Selatan telah menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama dalam promosi minuman beralkohol. 

Enam orang tersebut berinisial EJD (27), NDP (36), DAD (27), AAB (25), AAM (25), EA (22) yang berperan sebagai direktur kreatif, desain grafis, admin tim hingga pengunggah konten ke media sosial tersebut terancam hukuman pidana 10 tahun penjara.

Atas perbuatannya, para tersangka akan dikenakan Pasal 14 Ayat 1 dan Ayat 2 UU RI No 1 Tahun 1946 dan atau Pasal 156 atau Pasal 156 a KUHP serta Pasal 28 Ayat 2 UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Terkait hal ini, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budi Herdi Susianto mengatakan tidak menutup kemungkinan akan tersangka baru.

"Iya, nanti akan kita kembangkan lagi," ujar Budhi kepada wartawan, Sabtu (25/6/2022). []