News

Buntut Masalah Jalan Desa, Warga dan PT KBPC Bentrok, Jurnalis Ikut Jadi Korban

Dua jurnalis televisi nasional terluka bahkan kendaraan milik mereka rusak.


Buntut Masalah Jalan Desa, Warga dan PT KBPC Bentrok, Jurnalis Ikut Jadi Korban
Ratusan warga dari lima desa di Kecamatan Muko-Muko Bathin VII dan aliran Sungai Batang Bungo, Kabupaten Bungo melakukan aksi (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Ratusan warga dari lima desa di Kecamatan Muko-Muko Bathin VII dan aliran Sungai Batang Bungo, Kabupaten Bungo melakukan aksi dengan memasang portal di jalan.

Mereka memblokir jalan menuju area pertambangan milik PT KBPC dan perkebunan awit milik PT SKU di Dusun Tanjung Agung , Kecamatan Muko Muko Bathin VII, Muara Bungo, Kamis (1/4/2021).

Tak pelak terjadi bentrok antara warga dengan pekerja dari PT KBPC. Bahkan, jurnalis yang meliput di lapangan turut menjadi korban. Dua jurnalis televisi nasional terluka bahkan kendaraan milik mereka rusak.

"Sekarang mereka sedang membuat laporan di kepolisian. Mobil mereka dirusak. Saya sendiri terluka tertimpuk batu," ujar Yan, jurnalis yang turut menjadi korban saat meliput peristiwa tersebut melalui pesan tertulis, Jumat (2/4/2021).

Aksi itu berawal dari permasalahan jalan desa yang menjadi akses ke perusahaan tambang dan sawit.

Warga mengklaim, perusahaan tidak memberikan kontribusi kepada warga sebagai kompensasi jalan desa dilintasi truk-truk milik perusahaan.

Massa yang mengatasnaman warga dari lima desa di Kecamatan Muko- Muko Bathin VII dan aliran Sungai Batang Bungo, Kabupaten Bungo pun melakukan aksi dengan memasang portal di jalan.

Saat itu, beberapa angkutan batubara mulai mengantre di sepanjang jalan karena tidak bisa lewat portal besi yang sudah terpasang.

Tak berselang lama masa dari pekerja PT KBPC khusus dari stopel batubara pal 6 melintas mengunakan angkutan truk Tronton dan L 300 dengan jumlah ratusan dari arah Sijau lintas Bungo-Merangin.

Jelang sore sejumlah truk milik perusahaan yang bermuatan masa datang dengan kecepatan tinggi. Mereka datang dari arah tambang melewati jalur dari desa Dusun Baru Pusat jalo.

Bentrok langsung pecah karena rombongan mobil ini menabrak portal besi yang dipasang oleh massa dari desa.

Tidak hanya menabrak portal, massa yang berada di atas truk pengangkut batu bara juga melakukan perlawanan kepada warga desa menggunakan benda keras, kayu, botol minuman dan lainnya.

Kedua kelompok pun terlibat saling serang. Beberapa kendaraan angkutan batubara yang ditinggalkan oleh sopir menjadi bulanan masa dari desa

Akhirnya, kedua masa berhasil dibubarkan setelah kekuatan pengamanan dari pihak polres terus bertambah dibantu personil dari Kodim 0426 Bute. Kedua pihak yang bentrok digiring keluar lokasi.

Warga setempat menuntut perusahaan pemilik tambang untuk menepati janji yang pernah disampaikan. Warga menutup akses jalan yang sering digunakan oleh truk-truk milik perusahaan tambang 

Warga juga menyinggung adanya upaya-upaya 'kriminalisasi' yang dilakukan kepada warga terkait sengeketa jalan itu. Warga ingin tidak ada penyerobotan yang dilakukan secara sepihak.

Mardedi Susanto, salah satu tokoh Pemuda Batang Bungo dalam video yang diterima menjelaskan, warga merasa tidak terima, karena perusahaan mengklaim jalan milik Masyarakat Dusun Tanjung Agung tersebut sebagai milik perusahaan KBPC.

"Kami tidak terima kalau pihak PT KBPC seenaknya mengakui jalan ini dimiliki perusahaan, karena di sini juga ada hak masyarakat atas jalan ini. Jalan ini jelas milik masyarakat.

"Dan sepengatahuan kami, pembangunan jalan dulunya dilakukan oleh Pak Djendri Djusman bahkan sebagian jalan ini milik beliau," kata Mardedi Susanto

Menurut Mardedi, Semenjak PT KBPC berdiri, tidak ada sedikitpun memberikan kontribusi kepada warga setempat.

Bahkan, warga mengkau selama ini sering dihalang-halangi untuk melintas jalan tersebut.

"Yang sedihnya lagi ada beberapa tanah warga diwilayah ini, telah diserobot oleh pemilik PT KBPC bahkan ironis sampai dilaporkan kepihak kepolisian dengan tuduhan pemalsuan dokumen sertifikat tanah," ucapnya. []