News

Buntut Kecelakaan, Transjakarta Didesak Putus Kontrak Kerja Sama Operator Bus

Kasus kecelakaan yang melibatkan bus Transjakarta (TJ) belakangan ini rupanya mendapat sorotan tajam anggota Komisi B DPRD DKI Nur Afni Sajim. 


Buntut Kecelakaan, Transjakarta Didesak Putus Kontrak Kerja Sama Operator Bus
Bus TransJakarta di Halte TransJakarta Tosari, Jakarta, Minggu (10/10/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Kasus kecelakaan yang melibatkan bus Transjakarta (TJ) belakangan ini rupanya mendapat sorotan tajam anggota Komisi B DPRD DKI Nur Afni Sajim. 

Kasus kecelakaan yang sering terjadi pada bus Transjakarta, kata dia, harusnya disikapi serius oleh PT Transportasi Jakarta. Sebagai regulator sekaligus mitra operator bus, DPRD DKI meminta PT TJ memutus kontrak kerja sama dengan operator bus Transjakarta yang sering kecelakaan.

Politikus Demokrat itu menyebutkan, tidak diputusnya kontrak kerja sama itu menimbulkan tanda tanya besar.

"Ini jadi tanda tanya besar, kenapa dari sekian kasus kecelakaan Transjakarta tidak memutus kontraknya dengan mitra operator," kata Nur Afni Sajim, Jakarta, Jumat (3/12/2021).

Dia mengatakan, sebagai BUMD milik Pemda DKI Jakarta, PT TJ harusnya tegas kepada para mitra operator yang kerap abaikan menjalankan tugasnya. Sebab, kata dia, pada beberapa kasus, kecelakaan yang dialami bus Transjakarta tidak hanya menimbulkan kerugian materi. Tetapi juga hilangnya nyawa penumpang dan sopir.

"Kenapa PT Transjakarta tidak berani memutus kontrak mereka? Ini masalah keselamatan penumpang. Banyak warga Ibu Kota yang naik angkutan itu, menjadikannya moda untuk menunjang mobilitas mereka di Jakarta. Jangan anggap sepele," ujarnya.

Dia bahkan menyoroti kinerja PT TJ. Kata dia, dengan banyaknya kasus kecelakaan bus Transjakarta belakangan ini, kinerja perusahaan daerah itu harusnya di evaluasi. Sebab, pelayanan mereka tidak sebanding dengan subsidi yang diberikan Pemprov DKI Jakarta. Dia bahkan meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) turun tangan mengaudit PT TJ. 

"Saya akan usulkan kepada pimpinan dewan maupun komisi, agar Transjakarta diaudit oleh BPK secara menyeluruh. Dari sisi pengelolaan sumber daya manusia (SDM), perekrutan mitra bus, pramudi hingga keuangan," jelasnya.

Dia menjelaskan, salah satu tujuan diberikannya subsidi adalah agar pelayanan PT TJ kepada masyarakat semakin baik. Bukan sebaliknya justru menjadi momok bagi masyarakat yang sangat bergantung pada bus tersebut.