News

Buntut Dugaan Penistaan Al-Qur'an di Bangladesh, 7 Tewas dan 300 Orang Ditangkap

Kasus akan diusut tuntas dengan tidak memandang bulu para pelaku. 


Buntut Dugaan Penistaan Al-Qur'an di Bangladesh, 7 Tewas dan 300 Orang Ditangkap
Demonstran turun ke jalan di Dhaka menyusul tuduhan penodaan kitab suci AlQuran di kota Cumilla (Monirul Alam/EPA)

AKURAT.CO Kekerasan komunal mematikan langsung pecah di Bangladesh setelah tuduhan penodaan terhadap kitab suci Al-Qur'an di sebuah festival Hindu menyebar dengan cepat di masyarakat. 

Karena kasus dugaan penistaan Al-Qur'an itu, puluhan kuil Hindu diserang hingga polisi melepaskan tembakan ke arah warga yang berdemo. Sebagaimana diwartakan The Guardian pada Sabtu (16/10), tujuh orang dikonfirmasi tewas dalam kerusuhan itu, termasuk dua umat Hindu.

Dilaporkan bahwa kini kasus masih berlanjut, dengan polisi Bangladesh mengonfirmasi pada Senin (18/10) soal penahanan para tersangka vandalisme. Jumlah yang ditahan dikatakan mencapai sedikitnya 300 orang dengan tuduhan telah menyerang dan merusak kuil-kuil Hindu di berbagai bagian di negara itu. 

Dilansir dari Anadolu Agency hingga Al Jazeera, polisi telah mengajukan 50 kasus, termasuk di ibu kota Dhaka. Dilaporkan pula bahwa dalam upaya pengusutan kasus, polisi Bangladesh ikut menuntut setidaknya 10 ribu orang yang  terkait dengan insiden tersebut. 

Menteri Dalam Negeri Asaduzzaman Kamal juga mengatakan bahwa polisi sedang menyelidiki masalah ini.

"Kami berharap dapat menangkap para pelaku perusakan kuil dan memicu kekerasan," kata Kamal pada Minggu (17/10) menambahkan kemungkinan keterlibatan pihak ketiga dalam kasus anarki di Bangladesh. 

Kekerasan berbau agama meletus di seluruh Bangladesh pekan lalu, di mana pemicu berasal dari sebuah foto hingga video yang memperlihatkan dugaan penistaan Al-Qur'an. Beredar luas di media sosial sejak Rabu (13/10), gambar memperlihatkan Al-Qur'an yang diletakkan di atas lutut dewa Hindu Hanoman selama perayaan festival Durga Puja di distrik timur Cumilla.

Massa yang marah lalu menyerang lebih dari 80 kuil Hindu yang khusus didirikan untuk festival Durga Puja. Dalam protesnya, massa juga terlibat bentrokan dengan polisi di berbagai daerah di Bangladesh. Tujuh orang kemudian dilaporkan tewas, dan sekitar 150 warga Hindu terluka.

Menurut Anadolu Agency, 35 kuil Hindu akhirnya mengalami kerusakan di beberapa distrik, dengan sebagian besar kuil berada di distrik Comilla, dan kota pelabuhan Chattogram.

Buntut Dugaan Penistaan AlQuran di Festival Hindu Bangladesh, Puluhan Kuil Dirusak, Tujuh Tewas, 300 Orang Ditangkap  - Foto 1
 Anadulu Agency

Polisi menerangkan bahwa selama kerusuhan, ada lebih dari 200 penyerang yang kedapatan memukul hingga menikam sampai mati seorang anggota eksekutif komite kuil. Insiden itu disebutkan terjadi di kota selatan Begumganj di mana anggota komunitas Hindu lain tengah bersiap untuk ritual terakhir festival Durga Puja yang berlangsung selama 10 hari.

Kemudian pada Sabtu paginya, satu jenazah pria Hindu lain ditemukan di dekat sebuah kolam di sebelah kuil, kata kepala polisi distrik Shahidul Islam kepada kantor berita AFP.

"Dua orang tewas sejak serangan kemarin. Kami sedang bekerja untuk menemukan pelakunya," tambahnya.

Sementara, pada Rabu malamnya, terjadi kekacauan di mana massa yang terdiri dari sekitar 500 orang menyerang sebuah kuil di Hajiganj, salah satu kota yang ikut rusuh. Karena insiden itu, polisi melepaskan tembakan ke kerumunan, dan setelahnya, empat pengunjuk rasa muslim dilaporkan tewas. 

Kekerasan juga pecah di ibu kota Dhaka dan kota pelabuhan Chittagong, yang mendorong polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet ke ribuan pengunjuk rasa Muslim yang melempar batu bata.

Layanan internet ponsel berkecepatan tinggi ditutup dalam upaya nyata untuk mencegah kekerasan menyebar.

Pada Minggu, laporan media Bangladesh menambahkan berita soal 20 rumah milik umat Hindu yang dibakar di lingkungan Pirganj kota Rangpur.

Buntut Dugaan Penistaan AlQuran di Festival Hindu Bangladesh, Puluhan Kuil Dirusak, Tujuh Tewas, 300 Orang Ditangkap  - Foto 2
 AP Photo/Mahmud Hossain Opu

Perdana Menteri Sheikh Hasina sudah menjanjikan tindakan keras sebagai tanggapan atas berbagai insiden. Dalam pernyatannya pada Jumat (15/10), Hasina menyebut kasus akan diusut tuntas dengan pihak berwenang tidak akan memandang bulu para pelaku. 

"Insiden di Cumilla sedang diselidiki secara menyeluruh. Tidak ada yang akan terhindar. Tidak peduli agama apa yang mereka anut. Mereka akan diburu dan dihukum," kata Hasina.

Buntut Dugaan Penistaan AlQuran di Festival Hindu Bangladesh, Puluhan Kuil Dirusak, Tujuh Tewas, 300 Orang Ditangkap  - Foto 3
YahooNews

Sementara penyelidikan tengah berlangsung,  pemerintah dan partai politik oposisi utama, Partai Nasionalis Bangladesh (BNP), secara terbuka saling menyalahkan atas insiden tersebut.

Menteri Transportasi Obaidul Quader, pada Minggu, menuduh BNP sebagai pelindung 'nomor satu' dari kekuatan jahat sektarian.

Pada hari yang sama, balasan langsung dilancarkan oleh Sekretaris Jenderal BNP Mirza Fakhrul Islam Alamgir. Selama konferensi pers, Alamgir menuduh bahwa ada 'agen pemerintah' yang sengaja menempatkan Al-Qur'an di pangkuan dewa Hindu dengan motif menyalahkan oposisi.

Alamgir juga menuduh bahwa pihak yang menghancurkan kuil-kuil Hindu pemukiman lain di distrik selatan Noakhali bukanlah pengunjuk rasa muslim, melainkan pendukung partai yang berkuasa.

Mayoritas penduduk Bangladesh diisi oleh umat muslim dengan presentase mencapai hingga 89 persen. Sementara, umat Hindu menempati kaum minoritas dengan presentase pemeluk sebanyak 10 persen.

Para pemimpin agama Hindu menuduh serangan terbaru adalah bagian dari konspirasi untuk menyerang komunitas mereka. 

Pada bulan Agustus, empat kuil Hindu diserang di distrik Khulna negara itu dan pada bulan Maret, selama kunjungan perdana menteri India, Narendra Modi, kelompok-kelompok Islam garis keras menyerang kuil-kuil Hindu.

Masalah itu lantas memicu kemarahan di negara tetangga India yang mayoritas beragama Hindu.

Pada hari Kamis, juru bicara pemerintah India, Arindam Bagchi, menggambarkan insiden itu sebagai 'hal yang mengganggu' dan mengatakan para pejabat sedang berkomunikasi dengan pihak berwenang Bangladesh tentang serangan tersebut.[]