News

Buntut Bungkus Night, Izin Usaha Hamillton Spa Dicabut

Pencabutan izin itu tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Unit Pengelola Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kecamatan Kebayoran Baru nomor e-0045/TM.21.59 tentang Pencabutan Tanda Daftar Usaha Pariwisata.


Buntut Bungkus Night, Izin Usaha Hamillton Spa Dicabut
Poster Bungkus Night (Twitter/@sstellajeruk)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi mencabut izin operasi Hamilton Spa and Massage buntut adanya pesta seks 'Bungkus Night'. 

Pencabutan izin tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Unit Pengelola Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kecamatan Kebayoran Baru nomor e-0045/TM.21.59 tentang Pencabutan Tanda Daftar Usaha Pariwisata.

Pencabutan izin usaha dikeluarkan pada Selasa (21/6/2022). 

baca juga:

“Pencabutan TDUP (tanda daftar usaha pariwisata) sebagaimana dimaksud pada diktum kesatu (pencabutan izin), sehubungan yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran operasional, keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan,” demikian bunyi surat keputusan yang di teken langsung oleh Kepala Unit Pengelola Penanaman Modal dan PTSP, Sutomo, dikutip Kamis (23/6/2022).

Sebelumnya, sebuah poster yang berisi undangan acara yang bertajuk 'Bungkus Night' viral di media sosial. 

Dalam poster itu tertera kegiatan akan digelar di daerah Wijaya, Jakarta Selatan. Acaranya sendiri menurut poster itu akan digelar hari Jumat 24 Juni pekan depan, dimulai pukul 19.00 WIB.

"Beyond your wildest sexpetation," bunyi keterangan di poster.

Keterangan di poster itu juga memuat tarif untuk mengikuti kegiatan tersebut. Tertera biaya kegiatan itu mencapai Rp 250 ribu.

"Special offer! 250k. Bungkus include room. Datang dan Bungkus Mana Aja Yang Lo Suka!," katanya.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan lima orang sebagai tersangka terkait acara 'Bungkus Night' di tempat spa di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kelima tersangka itu dijerat pasal berlapis yaitu atas dugaan UU ITE tentang Penyebaran Konten Asusila hingga UU Pornografi.