News

Buntut ASN Bangkang, Anies Minta Inspektorat Buatkan Data

Gubernur DKI Anies Baswedan meminta kepada Inspektorat DKI untuk mendata pejabat eselon II nonadministrator yang menolak ikut seleksi terbuka.


Buntut ASN Bangkang, Anies Minta Inspektorat Buatkan Data
Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan saat memberikan keterangan usai penyerahan laporan hasil tim sinkronisasi di Jakarta, Jumat (13/10). Ketua tim sinkronisasi, Sudirman Said menyerahkan hasil laporan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno usai melakukan riset selama 6 bulan pasca pemilihan kepala daerah berlangsung. (AKURAT.CO/Handaru M Putra)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Anies Baswedan meminta kepada Inspektorat DKI untuk mendata pejabat eselon II nonadministrator yang menolak ikut seleksi terbuka. Anies ingin menjejaki satu persatu pejabat yang membangkang terhadap instruksinya. 

"Jadi saya minta kemarin pada inspektrorat buat daftarnya. Siapa-siapa saja di tempat ini yang merasa leluasa untuk bekerja tanpa memperhatikan instruksi," katanya saat memberikan arahan kepada 239 pejabat eselon II nonadministrator di halaman kantor Gubernur DKI, Senin (10/5/2021). 

Tindakan indisipliner yang dilakukan bawahannya itu, kata dia, dikhawatirkan akan semakin menjadi. "Karena bila urusan-urusan sederhana tidak didisplinkan, nanti ada urusan yang lebih besar, yang mungkin punya masalah ketika instruksi terbiasa tidak dilaksanakan," kata Anies. 

Budaya disiplin ASN, kata dia, harus dibangun dengan tepat. Namun, pembangkangan yang dilakukan 239 ASN itu membuatnya khawatir bakal menjadi kebiasaan buruk di lingkungan Pemprov DKI. Sebaliknya, bila disiplin ditegakan, akan menjadi budaya yang baik di lingkungan kerja Pemprov DKI. 

"Saya harap itu dicamkan. Itu diperhatikan. Satu pesan, laksanakan semua instruksi dengan baik. Laporkan pelaksanaannya dengan sebaik-baiknya, harap ini dicamkan, harap jadi pelajaran, dan harap jangan diulang," ujarnya. 

Dia kembali mengingatkan kepada 239 ASN itu bahwa mereka semua masih berada dalam satu organisasi birokrasi. Organisasi, kata dia, punya tata cara dan bekerja mengikuti prosedur. 

"Semua perintah dipahami, dilaksanakan, dilaporkan. Pahami, laksanakan dengan baik, laporkan. Tapi tidak boleh instruksi diabaikan. Paham bapak ibu?," katanya disambut sahutan siap dari para ASN itu.[]

Arief Munandar

https://akurat.co