Lifestyle

Bunda Wajib Tahu, Ini Manfaat Keju untuk Ibu Menyusui

Bunda Wajib Tahu, Ini Manfaat Keju untuk Ibu Menyusui
Ilustrasi Manfaat keju untuk ibu menyusui (Pixabay/Kaboompics)

AKURAT.CO  Pada saat menyusui semua nutrisi yang Bunda konsumsi akan diteruskan ke bayi melalui ASI. Oleh sebab itu, Bunda perlu memiliki pola makan yang sehat dan diet seimbang. Namun, Bunda mungkin bertanya-tanya, apakah ada makanan yang tidak boleh dikonsumsi selama menyusui? 

Ya, ibu menyusui memang harus sangat berhati-hati dengan pola makan dan apa yang dikonsumsi karena dapat berdampak langsung pada anak. Namun, Bunda dapat menikmati hampir semua makanan saat menyusui, termasuk keju. 

Keju memiliki banyak manfaat nutrisi dan kesehatan yang membuatnya cocok untuk dimasukkan dalam rencana diet pasca melahirkan. Mama juga lebih disarankan mengonsumsi jenis keju rendah lemak karena kadar lemak dan kalorinya rendah.

baca juga:

Selain itu, Bunda juga direkomendasikan untuk menghindari keju yang tidak melewati proses pasteurisasi. Keju seperti ini dapat menjadi makanan yang tidak sehat akibat terkontaminasi bakteri listeria, sehingga berujung terkena listeriosi

Berikut AKURAT.CO uraikan beberapa manfaat keju untuk ibu menyusui, Kamis (6/1/2022): 

Sumber kalsium 

Keju, terutama keju alami dan keju keras, adalah sumber kalsium yang sangat baik. Kehamilan dan menyusui menyebabkan hilangnya kalsium dari tulang, dan menambahkan keju ke dalam makanan dapat membantu Bunda mempertahankan kadar kalsium dan Vitamin D.

Sumber protein 

Keju cottage dan keju keras juga merupakan sumber protein yang sangat baik. Ini dapat membantu Bunda tetap kenyang dan mencegah mengemil makanan tidak sehat di antara waktu makan.

Mengurangi hipertensi

Keju adalah makanan lain yang bagus untuk membantu menjaga tekanan darah. Hal ini disebabkan peningkatan asupan kalsium membantu menurunkan tekanan darah.

Sumber seng dan biotin 

Seng diperlukan untuk ibu baru dalam pemulihan dan penyembuhan jaringan, membantu pulih dengan cepat setelah melalui perjuangan selama sembilan bulan. Selain itu, biotin dapat membantu Bunda mempertahankan kilau rambut, yang mungkin memengaruhi turbulensi hormonal yang terkait dengan kehamilan.

Apabila Bunda mencurigai Si Kecil sensitif terhadap jejak  makanan susu dalam ASI, catat gejalanya dan temui dokter. Dokter mungkin menyarankan Bunda untuk berhrhenti mengonsumsi produk susu selama antara dua minggu dan enam minggu sebelum memperkenalkannya kembali.

Dokter mungkin juga merujuk bayi ke spesialis alergi untuk tes kulit atau tes darah, terutama jika dia tidak menyusu dengan baik.