Rahmah

Bunda, ini Doa yang Harus Dibaca Saat Putra Anda Akan Dikhitan

Khitan wajib dilakukan bagi anak laki-laki


Bunda, ini Doa yang Harus Dibaca Saat Putra Anda Akan Dikhitan
Ilustrasi khitan (medatrio.com)

AKURAT.CO  Khitan merupakan salah satu ajaran agama Islam, yang berarti memotong bagian kuluf kemaluan laki-laki agar tidak ada najis saat akan salat setelah buang air kecil. Khitan wajib dilakukan oleh laki-laki. Sedangkan bagi perempuan, jumhur ulama mengatakan khitan tidaklah wajib.

Pada umumnya, khitan dilakukan ketika seorang anak berumur enam, tujuh, atau delapan tahun. Meski tidak menutup kemungkinan ada anak yang dikhitan sejak usia yang sangat dini.

Dalam Kitab Hilyatun Nufus lil ‘Aris wal ‘Arus, tertulis sebuah doa ketika seseorang akan dikhitan, yakni sebagai berikut:

 اَللَّهُمَّ هَذِهِ سُنَّتُكَ وَسُنَّةُ نَبِيِّكَ، صَلَوَاتُكَ عَلَيْهِ وَآلِهِ، وَاتِّبَاعٌ مِنَّا لِنَبِيِّكَ، بِمَشِيْئَتِكَ وَإِرَادَتِكَ وَقَضَائِكَ لِأَمْرٍ أَرَدْتَهُ وَقَضَاءٍ حَتَمْتَهُ، وَأَمْرٍ أَنْفَذْتَهُ، وَأَذَقْتَهُ حَرَّ اْلحَدِيْدِ فِيْ خِتَانِهِ وَحِجَامَتِهِ بِأْمْرٍ أَنْتَ أَعْرَفُ بِهِ مِنِّيْ 

Allāhumma hādzihī sunnatuka wa sunnatu nabiyyika, shalawātuka ‘alayhi wa ālihī, wat tibā‘un minnā li nabiyyika, bi masyī’atika, wa irādatika, wa qadhā’ika li amrin aradtahū, wa qadhā’in hatamtahū, wa amrin anfadztahū, wa adzaqtahū harral hadīdi fī khitānihī wa hijāmihī bi amrin anta a’rafu bihī minnī. 

Artinya: “Ya Allah, ini adalah sunnah-Mu dan sunnah nabi-Mu. Semoga rahmat tercurah padanya dan keluarganya. Dan kami mengikuti nabi-Mu dengan kehendak-Mu dan qadha-Mu. Karena suatu hal yang Engkau inginkan. Karena suatu hal ketentuan yang Engkau tetapkan. Karena suatu perkara yang Engkau laksanakan, dan Engkau merasakan padanya panasnya besi dalam khitan dan bekamnya karena suatu perkara yang Engkau lebih tahu dari aku.”

Setalah membaca doa di atas kemudian lanjut dengan membaca doa di bawah ini:

اَللَّهُمَّ فَطَهِّرْهُ مِنَ الذُّنُوْبِ، وَزِدْ فِيْ عُمْرِهِ وَادْفَعِ اْلآفَاتِ عَنْ بَدَنِهِ وَاْلأَوْجَاعِ عَنْ جِسْمِهِ، وَزِدْهُ مِنَ اْلغِنَى وَادْفَعْ عَنْهُ اْلفَقْرَ فَإِنَّكَ تَعْلَمُ وَلَا نَعْلَمُ 

Allāhumma fa thahhirhu minadz dzunūb, wa zid fi umrihī, wadfa‘il āfāti ‘an badanihī wal awjā‘i ‘an jismihī, wa zidhu minal ghinā, wadfa‘ ‘anhul faqra, fa innaka ta‘lamu wa lā na‘lamu. 

Artinya: “Ya Allah, maka sucikanlah dia dari dosa-dosa. Tambahlah umurnya. Jagalah tubuhnya dari penyakit. Dan tambahlah kekayaan padanya dan jauhkan dari kefakiran. Maka sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui sementara kami tidak mengetahui”.

Dengan berkhitan, selain telah mematuhi apa yang sudah diperintahkan oleh agama, juga bagian ujung kemaluan laki-laki akan mudah untuk dibersihkan saat setelah selesai buang air. Dengan begitu, seseorang tidak akan was-was ketika salat apakah air kencingnya masih berada pada bagian kuluf atau tidak. Wallahu A'lam.[]