Lifestyle

Bunda Harus Tahu Ketahanan ASI Perah yang Sudah Disimpan

ASI dalam freezer dua pintu bisa tahan sampai kira-kira tiga sampai enam bulan


Bunda Harus Tahu Ketahanan ASI Perah yang Sudah Disimpan
Ilustrasi ASI perah (Freepik.com)

AKURAT.CO, Pada Ibu menyusui, umumnya, memerah ASI setidaknya memiliki dua alasan; selain produksi ASI Bunda melimpah, alasan lain adalah karena Bunda harus meninggalkan si kecil sebentar untuk alasan bekerja, atau urusan lain yang tak memungkinkan untuk menyusu langsung. Sehingga, Bunda yang melakukan pemerahan ASI biasanya sangat prepare soal penyimpanan ASI yang baik dan benar.

Bagaimana caranya? Tips ini baik untuk Bunda yang sedang hamil, namun sudah memastikan akan tetap bekerja setelah cuti bersalin selesai. Maka, Bunda harus mengetahui dengan pasti cara-cara penyimpanan ASI yang baik dan benar agar kebutuhan si kecil selalu aman dan terjamin kesehatannya, begitu juga Bunda sendiri.

Dijelaskan dr. Sara Elise Wijono, MRes, Konsultan Laktasi di RSIA Bina Medika, bahwa Bunda harus memperhatikan kebersihan tangan dan botol atau wadah penyimpanan ketika ASI diperah dan akan disimpan.

baca juga:

“Untuk menyimpan ASI, penyimpanannya memang harus di wadah yang khusus untuk menyimpanan ASI perah,” katanya melalui chanel Moms Indonesia yang dikutip Akurat.co.

Selanjutnya untuk tetap bisa menjaga kualitas ASI selalu aman dan tak mudah rusak, Bunda juga harus memperhatikan suhu dimana ASI perah akan disimpan diluar atau didalam pendingin.

“Tentu berbeda suhu, akan berbeda ketahanan ASI-nya. Dalam ruang terbuka, bisa disimpan empat jam. Didalam coolbox bisa 24 jam, didalam kulkas bisa tahan sampai empat hari, dan dalam freezer dua pintu bisa tahan sampai kira-kira tiga sampai enam bulan,” sambungnya.

Meski sudah mengikuti anjuran di atas tapi Bunda belum yakin akan kualitas ASI-nya, maka disarankan sebelum memberikannya pada bayi, Bunda harus terlebih dahulu memastikannya masih aman atau sudah rusak. Caranya, sama seperti susu biasa, bisa dicicip atau diendus terlebih dahulu.

“Bisanya, ASI yang sudah tidak baik akan berbau asam. Ketika dirasa, rasanya juga memang rasa basi atau asam,” tambahnya.[]