Lifestyle

Bun, Yuk Ketahui Plus Minus Menggunakan White Noise Pada Bayi

White noise efektif untuk menidurkan bayi karena serupa dengan suara di dalam rahim


Bun, Yuk Ketahui Plus Minus Menggunakan White Noise Pada Bayi
Ilustrasi - Plus minus menggunakan white noise pada bayi (Freepik)

AKURAT.CO White noise adalah suara yang terdengar ketika semua frekuensi suara yang terdengar dimainkan pada waktu yang sama pada volume yang sama. Contoh white noise terbaik adalah suara ombak dan angin laut saat kamu berdiri di atas tebing. Contoh lain termasuk nada konstan kipas langit-langit, dan suara hujan.

Karena mengandung semua frekuensi suara, maka white noise dapat digunakan untuk menutupi atau meredam suara lainnya. Misalnya, jika berada di kamar dan mendengar suara kendaraan dari luar, menyalakan kipas akan meredam kebisingan kendaraan dan membuatmu lebih tenang.

Inilah salah satu alasanya white noise sering digunakan untuk menidurkan bayi. White noise efektif karena itu serupa dengan suara di dalam rahim. Tubuh ibu aktif dengan suara aliran darah melalui arteri dan vena, detak jantung yang berirama, dan suara buang air besar. Semua ini merupakan white noise yang terus-menerus terpapar pada bayi sejak masih dalam kandungan. 

baca juga:

Berikut AKURAT.CO uraikan beberapa tips menggunakan white noise pada Si Kecil, Rabu (19/1/2022): 

  • Aplikasi white noise atau CD adalah cara yang baik untuk membuat bayi tidur.
  • Jauhkan ponsel atau pemutar CD sehingga tingkat kebisingan tidak melebihi 50 desibel.
  • Bunda juga dapat menggunakan radio dan memutar statis (suara diam di antara stasiun) sebagai white noise.
  • Suara woosh konstan dari kipas meja atau kipas langit-langit juga merupakan white noise yang sangat baik untuk membantu bayi tertidur

White noise dapat digunakan dengan aman untuk menidurkan bayi asalkan memenuhi kriteria keamanan tertentu. Mesin suara tidak boleh melebihi 50 desibel dalam outputnya, dan tidak boleh digunakan sepanjang waktu. 

Mesin white noise untuk bayi terkadang dapat melebihi batasan yang ditetapkan pada 50 desibel. Satu penelitian yang dilakukan oleh American Academy of Pediatrics (AAP) menunjukkan bahwa ke-14 perangkat white noise yang diuji melebihi batas.

Paparan white noise yang berkepanjangan dikaitkan dengan keterlambatan dan masalah dengan perkembangan atau bicara dan pendengaran. Namun, perlu dicatat bahwa menurut penelitian yang sama, tinggal di lingkungan yang bising juga memiliki efek yang sama pada bayi. Kuncinya adalah membiarkan Si Kecil mendengar suara lain yang jelas seperti ucapan, sehingga sistem pendengaran mereka tidak memproses informasi suara dengan cara yang kabur.

Beberapa bayi juga mungkin menjadi tergantung pada white noise sebagai penyangga tidur dan merasa sulit untuk terlelap tanpanya. Adapun white noise tidak bekerja untuk semua bayi. Dalam beberapa kasus, itu mungkin menyebabkan gangguan tidur atau agitasi.