Lifestyle

Bun, Yuk Ketahui Jarak Ideal Kehamilan

arak kehamilan adalah bagian penting dari keluarga berencana. Bunda dan Ayah sebaiknya memutuskan kapan memiliki bayi kedua, ketiga dan seterusnya


Bun, Yuk Ketahui Jarak Ideal  Kehamilan
Ilustrasi - Jarak ideal antara saudara (UNSPLASH/Jessica Rockowitz)

AKURAT.CO,Jarak kehamilan adalah bagian penting dari keluarga berencana. Bunda dan Ayah sebaiknya memutuskan kapan memiliki bayi kedua, ketiga dan seterusnya. Apakah Bunda dan Ayah sudah siap untuk merawat bayi yang baru lahir kembali? Bagaimana reaksi anak yang lain untuk berbagi perhatian dengan bayi yang baru lahir?

Meskipun Bunda dan Ayah mungkin memiliki preferensi tentang seberapa dekat usia yang diinginkan untuk anak-anak kalian, beberapa penelitian menunjukkan bahwa pengaturan jarak kehamilan dapat memengaruhi ibu dan bayi.

Sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyarankan, jarak ideal antar kelahiran dan kehamilan berikutnya adalah minimal 24 bulan atau dua tahun sampai tiga tahun sebelum kehamilan berikutnya, dikutip AKURAT.CO pada Rabu (1/12/2021).  Penelitian lainnya menyarankan Bunda untuk menunggu setidaknya 18 sampai 23 bulan setelah kelahiran anak terakhir sebelum memulai kehamilan selanjutnya. Terlepas dari perbedaan usia yang disarankan, semuanya bertujuan untuk mengurangi risiko kematian, serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak.  Meskipun jarak kehamilan terlalu dekat tidak disarankan, sebaiknya tidak lebih dari 5 tahun.

Adapun penelitian menunjukkan bahwa memulai kehamilan dalam waktu enam bulan setelah kelahiran hidup dikaitkan dengan peningkatan risiko:

  • Lahir prematur
  • Plasenta sebagian atau seluruhnya terkelupas dari dinding bagian dalam rahim sebelum melahirkan (solusio plasenta)
  • Berat badan lahir rendah
  • Kelainan bawaan
  • Skizofrenia
  • Anemia ibu

Selain itu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa jarak kehamilan yang dekat mungkin terkait dengan peningkatan risiko autisme pada anak kedua. Ini adalah risiko tertinggi untuk kehamilan berjarak kurang dari 12 bulan.

Jarak kehamilan yang dekat mungkin tidak memberikan waktu yang cukup bagi seorang ibu untuk pulih dari kehamilan sebelum melanjutkan ke kehamilan berikutnya. Misalnya, kehamilan dan menyusui dapat menghabiskan simpanan nutrisi, terutama folat. Artinya, kondisi ini dapat mempengaruhi kesehatan Bunda atau bayi. Selain itu, peradangan pada saluran genital yang berkembang selama kehamilan juga mungkin belum sepenuhnya sembuh. 

Menyeimbangkan kekhawatiran tentang infertilitas, wanita yang berusia lebih dari 35 tahun mungkin mempertimbangkan untuk menunggu 12 bulan sebelum hamil lagi. Risiko dan rekomendasi ini tidak berlaku untuk pasangan yang pernah mengalami keguguran. Jika Bunda sehat dan merasa siap, tidak perlu menunggu untuk hamil setelah keguguran. Namun, Bunda disarankan untuk menunggu setidaknya 6 bulan sebelum mencoba kehamilan selanjutnya.

Memilih kapan memiliki bayi lagi adalah keputusan pribadi. Saat merencanakan kehamilan berikutnya, Bunda dan Ayah perlu mempertimbangkan berbagai faktor selain risiko dan manfaat kesehatan. Sampai Bunda dan Ayah membuat keputusan tentang kapan harus memiliki anak lagi, gunakan metode pengendalian kelahiran yang andal.[]