Lifestyle

Bun, Kenali Penyebab Bayi Bisa Terkena Ruam Popok

Ruam popok cukup sering terjadi pada bayi baru lahir. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan bayi mengalami ruam pokok


Bun, Kenali Penyebab Bayi Bisa Terkena Ruam Popok
Ilustrasi memakai popok bayi (DAILYMAIL.CO.UK)

AKURAT.CO, Ruam popok adalah kondisi iritasi pada kulit bayi di area yang tertutup popok. Ruam popok merupakan kondisi yang umum terjadi pada Si Kecil yang masih bayi. 

Dilansir dari laman Kids Health, kondisi ruam popok biasanya ditandai dengan bercak kemerahan, kulit kering dan terlihat melepuh, serta luka lecet pada bokong, paha maupun alat kelamin si Keil. Tanda lainnya adalah bayi tampak kesakitan saat salah satu area kulitnya teraba. 

Dikutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia IDAI, ruam popok pada anak memang tidak sampai mengancam jiwa, tetapi akan sangat mengganggu dan menyebabkan si Kecil rewel. 

Daerah bokong dan lipat paha merupakan area yang lembab karena tertutupi popok, sehingga mudah terjadi ruam popok. Ruam popok cukup sering terjadi pada bayi baru lahir.

Dilansir dari laman Mayo Clinic, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan bayi mengalami ruam pokok, antara lain:

Popok yang jarang diganti

Perlu Ayah dan Bunda ketahui, urin yang tercampur dengan tinja pada popok yang lembab dan tidak diganti, bisa menyebabkan kulit infeksi bakteri dan iritasi pada kulit bayi. 

Inilah sebabnya, bayi yang popoknya sudah lembap tetapi tidak diganti rentan terkena ruam popok.

Popok terlalu ketat

Popok yang terlalu ketat, bisa mentebabkan gesekan antara lipatan pangkal paha si kecil dengan popok. Hal ini bisa menimbulkan ruam dan lecet pada kulitnya yang masih lembut dan tipis.

Makanan baru

Pada usia enam bulan, bayi sudah mulai mendapat makanan pendamping ASI berupa asupan makanan padat. Untuk beberapa jenis makanan, seperti buah-buahan yang asam, bisa memengaruhi tinja bayi sehingga mudah mengiritasi kulit di daerah bokong dan menimbulkan ruam.

Jika sebelum usia enam bulan bayi mengalami ruam popok, padahal dia hanya mengonsumsi ASI atau susu formula, ada kemungkinan penyebabnya adalah makanan asam yang dikonsumsi oleh Bunda.

Area mudah lembab dan hangat

Area bokong, paha, dan alat kelamin yang kerap bersentuhan dengan popok, gampang lembap dan hangat. Hal ini memudahkan kulit di bagian tersebut rentan mengalami infeksi bakteri atau jamur.

Iritasi produk perawatan bayi

Penggunaan produk perawatan kulit, seperti sabun, bedak, tisu basah dan baby oil, pada area popok juga mungkin bisa mengiritasi kulit bayi.

Kulit sensitif

Bayi yang menderita masalah kulit, seperti eksim atau dermatitis atopik, lebih rentan mengalami ruam popok.

Konsumsi antibiotik

Tak hanya bakteri jahat, bakteri baik dapat dibasmi oleh antibiotik. Oleh karena itu, ketika bayi diberi obat antibiotik, bakteri baik pada kulit yang mampu mencegah pertumbuhan jamur bisa ikut mati. Akibatnya, bayi mudah mengalami ruam popok akibat infeksi jamur.

Ibu menyusui yang mengonsumsi antibiotik, juga membuat bayi yang disusuinya lebih berisiko untuk mengalami ruam popok. Jadi, inilah kenapa ibu menyusui harus berhati-hati dalam mengonsumsi obat.[]