Lifestyle

Bun, Kenali Kurikulum Merdeka Belajar Bakal Berlaku di Tahun Ajaran Baru 2022

Kurikulum merdeka belajar akan mulai diberlakukan pada tahun ajaran baru 2022. Yuk, kenali Bun


Bun, Kenali Kurikulum Merdeka Belajar Bakal Berlaku di Tahun Ajaran Baru 2022
PPKM Level 1, Sekolah Dasar, Pembelajaran Tatap Muka, SD Grogol Selatan 08 Pagi Notes Siswa-siswi mengikuti kegiatan belajar tatap muka saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 di Sekolah Dasar Grogol Selatan 08 pagi, Jakarta, Rabu (25/5/2022). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO  Kurikulum merdeka belajar akan mulai diberlakukan pada tahun ajaran baru 2022. Kurikulum tersebut dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) sebagai opsi tambahan dalam rangka pemulihan pembelajaran pasca pandemi selama 2022-2024.

Kurikulum Merdeka merupakan nama baru dari kurikulum prototipe yang resmi diluncurkan oleh Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim. 

Dalam penerapannya, kurikulum merdeka Bbelajar tidak dilaksanakan secara serentak dan masif di seluruh sekolah di Indonesia.

baca juga:

Kemendikburistek mengatakan bahwa sekolah yang belum siap untuk menggunakan Kurikulum Merdeka, masih dapat menggunakan Kurikulum 2013 sebagai dasar pengelolaan pembelajaran.

Begitu pun Kurikulum Darurat yang juga masih bisa digunakan oleh satuan pendidikan. Intinya, Kurikulum Merdeka menjadi opsi bagi semua satuan pendidikan yang siap melaksanakannya

Dikutip dari situs Kemendikbudristek, Kurikulum Merdeka Belajar menjadi pengembangan dan penerapan dari kurikulum darurat yang diluncurkan untuk merespon dampak dari pandemi Covid-19. Kurikulum itu menjadi pendekatan yang dilakukan supaya siswa dan mahasiswa bisa memilih pelajaran yang diminati.

Dalam kurikulum merdeka belajar tersebut sistem pendidikan berpatokan pada esensi belajar, dengan menyesuaikan bakat dan minat siswa masing-masing.

Walaupun mulai diberlakukan tahun ini, kebijakan Kemendikburistek terkait kurikulum nasional akan dikaji ulang pada 2024 berdasarkan evaluasi selama masa pemulihan pembelajaran.

Kurikulum merdeka belajar nantinya digunakan bagi seluruh satuan pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, Pendidikan Khusus, dan Kesetaraan. 

Untuk masa pemulihan pembelajaran tahun 2022-2024, Kemendikburistek juga  mengeluarkan kebijakan bahwa sekolah yang belum siap untuk menggunakan kurikulum merdeka belajar, masih dapat menggunakan Kurikulum 2013 sebagai dasar pengelolaan pembelajaran.

Sebelum pandemi, satuan pendidikan menggunakan kurikulum 2013. Kemudian, pada masa pandemi 2020-2021, Kemendikburistek mengeluarkan kebijakan penggunaan kurikulum 2013 dan kurikulum darurat atau kurikulum 2013 yang disederhanakan untuk menjadi rujukan kurikulum bagi satuan pendidikan.

Pada tahun ajaran 2021/2022 di mana pandemi masih terjadi, Kemendikburistek mengeluarkan kebijakan penggunaan kurikulum 2013, Kurikulum Darurat, dan kurikulum merdeka belajar di Sekolah Penggerak (SP) dan SMK Pusat Keunggulan (PK)

Kurikulum darurat, yang merupakan modifikasi dari Kurikulum 2013, juga masih dapat digunakan oleh satuan pendidikan bila tak bisa atau belum siap gunakan kurikulum merdeka belajar.