Lifestyle

Bun, Jangan Mengandalkan Suplemen untuk Penuhi Nutrisi Anak

Menggunakan suplemen untuk mencapai diet seimbang bukanlah ide yang buruk. Namun orang tua tidak boleh mengandalkan suplemen untuk memenuhi nutrisi anak


Bun, Jangan Mengandalkan Suplemen untuk Penuhi Nutrisi Anak
Sejumlah anak bermain di RPTRA Mustika di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (17/5/2022). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Nutrisi untuk anak-anak didasarkan pada prinsip yang sama dengan nutrisi untuk orang dewasa.

Setiap orang membutuhkan jenis nutrisi yang sama  seperti vitamin, mineral, karbohidrat, protein, dan lemak. Anak-anak membutuhkan jumlah nutrisi spesifik tergantung pada usia.

Nutrisi-nutrisi ini bisa didapatkan anak lewat makanan yang dikonsumsinya setiap hari. Mayo Clinic merekomendasikan memberi anak-anak makanan padat nutrisi tapi, anak kecil sering tidak mau makan.

baca juga:

Oleh sebab itu, banyak orang tua hanya mengandalkan suplemen untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak. 

Sebuah jajak pendapat baru-baru ini oleh University of Michigan menemukan setengah dari sampel perwakilan nasional dari 1.251 orang tua yang disurvei mengatakan mereka bergantung pada suplemen. 

Dan sebuah studi baru-baru ini dari Jerman menemukan prevalensi penggunaan obat dan suplemen pada anak-anak meningkat antara 2014 hingga 2019.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mengatakan sepertiga anak-anak dan remaja mengonsumsi suplemen makanan, mengutip data survei nasional 2018. 

Menggunakan suplemen untuk mencapai diet sehat dan seimbang bukanlah ide yang buruk. Namun Dr. Mona Amin, seorang dokter anak bersertifikat di Florida, mengatakan itu bukan sesuatu yang akan dia rekomendasikan dengan mudah.

"Tidak hanya ada sedikit atau tidak ada bukti bahwa banyak suplemen bekerja, ada juga risiko nyata yang terkait dengan beberapa suplemen jika tidak mendapatkan dosis yang tepat, terutama pada anak-anak," kata Dr Amin, dikutip AKURAT.CO. Jumat (1/7/2022). 

Ahli diet terdaftar Alyson Martinez mengatakan bahwa dia memahami keinginan orang tua untuk memberikan suplemen makanan karena anak mungkin jarang makan dengan baik saat di sekolah.

Tetapi kekhawatiran tentang makan siang di sekolah seharusnya tidak membuat orang tua langsung mengandalkan suplemen.

"Anak-anak masih dapat memenuhi tujuan nutrisi mereka dengan sarapan, makan malam, dan makanan ringan selama seminggu," tegas Alyson Martinez.

Amin mengatakan, idealnya, anak-anak yang sehat membutuhkan makanan yang bervariasi, atau mengandung beragam buah, sayuran, rempah-rempah, dan probiotik.

Selain itu, anak juga butuh mendapatkan tidur yang cukup, hidrasi, olahraga, dan waktu di bawah sinar matahari.

"Dokter anak terkadang akan merekomendasikan multivitamin harian kepada anak-anak yang tidak suka makan berbagai buah dan sayuran, kata Amin.

Di Amerika Serikat sendiri,  industri suplemen tidak diatur Food and Drug Administration (FDA). Alhasil, tidak ada peraturan yang memastikan keamanan dan keefektifan sebuah produk.

Sebuah studi Lab Konsumen 2017 menemukan hampir setengah dari semua vitamin memiliki tingkat nutrisi yang sangat berbeda dari yang dikatakan labelnya.

"Jika sebuah keluarga benar-benar percaya bahwa mereka telah melakukan penelitian dan ingin memberikannya, saya tidak menentangnya. Saya hanya ingin mereka tahu bahwa itu adalah sesuatu yang masuk ke tubuh anak dan mereka harus mempertimbangkan manfaat dan risiko dari situasi itu," kata Amin. 

Tanpa informasi yang tepat, orang tua dapat menanggung risiko overdosis vitamin pada anak-anak mereka.

Terlalu banyak vitamin D , misalnya, dapat menyebabkan kebingungan dan masalah pencernaan.

Sementara keracunan vitamin A dapat menyebabkan kerusakan tulang dan hati jangka panjang.[]