Lifestyle

Perawatan Tubuh yang Boleh Dilakukan Ibu Hamil

Hati ingin sekali melakukan perawatan tubuh, walau hanya di rumah saja. Berikut perawatan tubuh yang boleh dilakukan oleh ibu hamil


Perawatan Tubuh yang Boleh Dilakukan Ibu Hamil
Ilustrasi ibu hamil yang merasa nyaman, karena sehabis perawatan tubuh (DAILYMAIL.CO.UK)

AKURAT.CO, Kelelahan dan rasa tidak nyaman pada tubuh selama kehamilan memang terasa menyiksa ya, Bun. Rasanya ingin sekali bisa memanjakan diri dan melepas stres dengan perawatan.

Meski hanya sekadar meringankan rasa tidak nyaman, mengatasi kulit kering, atau bulu kaki yang terasa menganggu penampilan.

Hati ingin sekali melakukan perawatan tubuh, walau hanya di rumah saja selama pandemi Covid-19 ini. Namun, apakah aman melakukan perawatan tubuh saat hamil?

Jangan khawatir, dilansir dari laman The Bump, berikut perawatan tubuh yang boleh dilakukan oleh ibu hamil.

Lulur

Selama kehamilan, mungkin Bunda menyadari adanya perubahan pada kondisi kulit. Perubahan paling umum yang dirasakan ibu hamil yakni kulit tubuh yang kering dan bersisik serta beberapa bagian tubuh yang menghitam. Rasanya sudah tidak tahan untuk luluran.

Boleh nggak sih melakukan lulur tubuh saat hamil? Jawabannya, boleh!

Lulur tubuh adalah cara yang bagus untuk melancarkan sirkulasi darah di seluruh tubuh. Ketika sirkulasi tubuh meningkat, aliran darah menjadi lancar sehingga mampu membawa oksigen dan nutrisi yang berguna untuk memperbarui sel-sel tubuh.

Saat hamil, menjaga aliran oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh adalah kunci untuk mendukung kesehatan Bunda dan calon Bayi.

Lalu, kulit Bunda juga menjadi lebih sensitif selama masa kehamilan. Oleh karena itu, pilihlah bahan lulur yang lembut sekaligus menghidrasi kulit dengan scrub berbahan dasar gula daripada scrub berbahaan dasar garam yang sifatnya lebih abrasif.

Hindari pula minyak-minyak essensial murni seperti sage, rosemary atau mugwort, karena bersifat detoks sekligus menyebabkan keguguran apabila diaplikasikan langsung ke tubuh.

Oleh karena itu, biasanya dokter merekomendasikan bahan-bahan alami yang lebih aman seperti scrub menggunakan biji aprikot yang dihancurkan atau lulur dari buah alpukat yang dicampur dengan yogurt, untuk melembapkan kulit.

Menikur-pedikur

Ternyata, Bunda boleh melakukan menikur-pedikur selama masa kehamilan. Tentu saja dengan beberapa ketentuan keamanan yang harus dipatuhi, antara lain; tidak memijat kaki dan tangan, serta menjaga higienitas peralatan yang digunakan.

Pastikan juga cat kuku dan bahan pembersih yang digunakan bebas dari tiga bahan beracun yakni dibutyl phthalate, toluene, dan formaldehyde.

Bunda bisa mengaplikasilan cat kuku gel, asalkan salon memiliki ventilasi yang baik.

Hair removal

Hair removal atau pembersihan rambut di tubuh boleh dilakukan selama masa kehamilan. Apalagi, sebagian ibu hamil merasa rambut-rambut tumbuh semakin menggila karena perubahan hormon pada dirinya.

Waxing dan threading adalah solusi yang aman dalam melakukan hair removal selama masa kehamilan. Mama juga bisa melakukan eksfoliasi sehari sebelum melakukan pembersihan rambut untuk membantu proses pembersihan rambut, agar lebih mudah.

Bunda juga disarankan menyiapkan gel lidah buaya, minyak kelapa murni atau kompres dingin untuk meredakan kemerahan dan peradangan setelahnya.

Efek permanen dari laser hair removal mungkin menggoda. Namun, Bunda sebaiknya menundanya hingga selesai melahirkan.

Bunda juga perlu ingat bahwa hormon yang berubah-ubah selama kehamilan akan berdampak pada pertumbuhan rambut-rambut pada tubuh. Alhasil, rambut tubuh akan dengan cepat bertumbuh setelah dibersihkan.

Perawatan wajah

Ada beberapa Bunda bertanya, apakah aman melakukan perawatan wajah selama masa kehamilan? Melakukan perawatan wajah saat hamil sebetulnya boleh. Akan tetapi, beberapa perawatan wajah yang cenderung keras, seperti microdermabrasion atau chemical peel, harus dihindari.

Sebab, kulit menjadi lebih sensitif ketika hamil. Perawatan-perawatan keras ini dapat menyebabkan iritasi, jerawat, dan hasil yang tidak merata.

Selain itu, bunda perlu memerhatikan kandungan dalam bahan-bahan yang digunakan untuk perawatan wajah. Pastikan tidak mengandung BHA, seperti salicylic acid, karena dapat membahayakan calon Bayi.

Biasanya, dokter merekomendasikan bahan-bahan alami yang lebih aman, seperti scrub alamai dari biji aprikot atau masker wajah dari buah alpukat atau yoghurt, untuk melembapkan wajah.

Itulah perawatan tubuh yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat hamil. Jadi, Bunda tidak hanya fokus menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi, tapi juga penampilan. Jadi, perawatan tubuh mana yang akan Bunda lakukan sekarang?[]