Lifestyle

Bun, Ini Cara Memastikan Puting Datar atau Tidak

Untuk memastikan apakah Bunda yang menyusui, benar-benar memiliki puting datar. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan


Bun, Ini Cara Memastikan Puting Datar atau Tidak
Ilustrasi Payudara (Shutterstock)

AKURAT.CO, Masing-masing wanita memiliki bentuk dan ukuran puting yang berbeda, seperti bentuk puting yang menonjol, rata atau terbalik. Bentuk puting tersebut dipengaruhi beberapa faktor, seperti jumlah lemak di payudara, panjang saluran air susu ibu (ASI) dan kepadatan jaringan ikat di bawah puting. 

Namun, sebagian ibu khawatir menyusui dengan puting yang datar. Puting datar ditandai dengan beberapa tampilan seperti tidak terlalu menonjol atau bahkan rata dengan areola di sekitarnya dan berada di bawah jaringan payudara seperti halnya puting terbalik.

Bagi beberapa wanita, ada yang cenderung memiliki puting rata terus menerus saat dirinya hamil. Tapi, ada juga yang berubah setelah menyusui.

Namun, selain itu ada yang pada akhirnya menonjol setelah terstimulasi oleh sentuhan, suhu dingin dan berubah saat masa kehamilan hingga beberapa minggu sejak bayi lahir.

Untuk memastikan apakah Bunda yang menyusui benar-benar memiliki puting datar, ada beberapa cara yang dapat dilakukan. 

Berikut cara memastikan puting datar atau tidak yang dikutip dari HealthLine, antara lain:

  • Letakkan ibu jari dan telunjuk di tepi areola.
  • Remas dengan lembut.
  • Ulangi pada payudara yang lain.
  • Jika puting payudara benar-benar rata atau terbalik, maka 3 cara tersebut tidak akan memengaruhi apapun dan puting tetap rata.

Biasanya, puting rata tidak menimbulkan banyak masalah selama menyusui. Sebagian besar, ini hanya soal penyesuaian antara Bunda dan bayinya saja.

Namun, Bunda harus yakin bahwa bayi juga bisa menyusu dengan puting datar selama bisa melakukan pelekatan karena secara naluri pada aerola dan puting, bayi akan menarik puting saat menyusui bahkan untuk yang datar sekalipun.

Namun, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) mengimbau untuk memerhatikan beberapa aspek posisi bayi saat menyusui. Imbauan ini disingkat menjadi CALM, yakni:

C: Chin, perhatikan dagu bayi harus menempel pada payudara Bunda.

A: Areola, pastikan mulut bayi mengisap bagian areola, bukan puting bayi saja. Pastikan juga jika bibir bayi bagian atas mengambil mengisap areola lebih banyak daripada bibir bagian bawah.

L: Lips, bibir atas dan bibir keluar seharusnya terputar keluar, tidak terlipat mengarah ke dalam ataupun monyong.

M: Mouth, Mulut bayi harus terbuka lebar dan menempel pada payudara. Hal ini bertujuan agar seluruh bagian areola bisa diisap bayi.[]