Lifestyle

Bun, Ini 5 Cara Cegah Mastitis

Untuk mencegah terjadinya mastitis, ada lima cara yang bisa ibu lakukan, antara lain

Bun, Ini 5 Cara Cegah Mastitis
Ilustrasi ibu menyusui bayi (Freepik.com)

AKURAT.CO  Sebagai ibu dua anak, Nagita Slavina tentunya punya pengalaman beragam soal membesarkan kedua anak lakinya, yakni Rafathar dan Rayyanza.

Selain melahirkan dua anak lelakinya itu, istri Raffi Ahmad tersebut pernah mengalami momen yang jauh lebih menyakitkan, yakni mastitis.

Pada vlog Ria Ricis di YouTube, Gigi menceritakan tentang pengalamannya mengidap mastitis. Obrolan itu diangkat ketika mereka membicarakan tentang pemberian ASI.

baca juga:

Saking sakitnya saat mengalami mastitis, Gigi menyebutkan rasanya jauh melampaui saat melahirkan dan payudaranya seperti batu.

"ASI kan dari darah ya, jadi bayangin itu nggak keluar. Ya namanya bayi ada bakteri, ada kuman, (terus) ada lecet (di payudara) , terus masuk (kuman dan bakteri ke sini tuh (ke payudara) bisa infeksi. Nah itu namanya Mastitis, nah aku ngalamin itu," beber Gigi dalam kanal YouTube Ria Ricis, dikutip pada Minggu (14/8/2022).

Saat pertama kali mengalami Mastitis, Gigi sedang berada di bulan pertama pasca melahirkan Rafathar. 

"Jadi tuh di bulan pertama pas lagi banyak-banyaknya aku kena itu pas anak pertama, itu rasanya lebih sakit dari lahiran. Itu aku baru tau mastitis tiga minggu kemudian (dari pertama kali gejala)," jelas Gigi.

Gigi juga merasakan kondisi yang sama ketika menyusui Rayyanza. Bahkan saat itu Gigi harus sampai meminum antibiotik sampai 3 kali.

"Nah, ceritanya anak kedua, malah kejadian lagi. ASI nggak sebanyak yang pertama, dan di saat udah mulai banyak, nah itu langsung dibayar kontan Mastitis waktu itu satu bulan nggak selesai-selesai, ini aku udah minum obat antibiotik sampai tiga kali, udah parah banget," papar Gigi.

Dikutip laman Siloam Hospitals, Mastitis pada ibu menyusui (lactating mastitis) adalah infeksi jaringan payudara saat ibu sedang menyusui, terutama terjadi karena mampatnya saluran air susu ibu oleh ASI yang menggumpal (clogged milk duct) dan disertai bakteri yang masuk ke dalam jaringan payudara ibu melalui puting susu.

Kebanyakan ibu menyusui yang mengalami mastitis, biasanya akan kesulitan menyusui, bahkan menjadi trauma menyusui.

Gejala yang bakal dirasakan biasanya payudara mengeras dan membengkak, sakit saat disentuh, payudara berubah warna menjadi kemerahan. 

Bahkan seorang ibu merasa demam dan menggigil, yang terparah dapat keluar nanah dari bagian puting, atau terdapat benjolan di area getah bening sekitar ketiak

"Bahkan aku tuh sampai ASI-nya warna hijau, waktu Rafathar bayi," jelas Gigi dalam vlog itu.

Untuk mencegah terjadinya mastitis, ada lima cara yang bisa ibu lakukan, antara lain:

Rutin memompa ASI

Dikutip dari laman Parents,memompa dan memerah ASI secara berkala merupakan cara sederhana namun penting untuk mencegah mastitis. 

Sebab, dengan rutin memompa ASI, risiko terjadinya sumbatan penyebab mastitis pada saluran air susu pun akan menurun.

Untuk memompa ASI, ibu bisa menggunakan pompa manual ataupun elektrik.

 Pada Vlog milik Ricis, waktu menyusui Rafathar dan Rayyanza, dirinya sempat tidak konsisten lakukan pemompaan ASI karena kesibukannya, sehingga ASI nya penuh dan menyebabkan mastitis.

Namun, sebelum proses memompa dimulai, pastikan Busui telah mencuci tangan terlebih dahulu. Menurut CDC, tangan yang bersih akan mengurangi risiko masuknya kuman ke payudara dan ASI yang akan dikonsumsi Si Kecil.

Lakukan pijatan payudara

Sebelum menyusui atau memompa ASI, ibu bisa melakukan pijatan payudara. 

Dikutip dari laman Healthline, selain dapat mencegah mastitis, pijatan payudara juga bisa mengurangi rasa nyeri akibat penumpukan ASI yang belum dan meningkatkan produksi ASI.

Hindari penggunaan baju dan bra yang terlalu ketat

Dilansir dari laman Verywell Family, penggunaan baju dan bra yang terlalu ketat merupakan salah satu pemicu mastitis. Ini dikarenakan, baju dan bra yang ketat dapat menyebabkan ASI terbendung atau tertahan dan memberi tekanan pada payudara. Hal ini pada akhirnya bisa membuat payudara meradang.

Jadi, untuk mencegah terjadinya mastitis sekaligus memberikan rasa nyaman selama menyusui, sebaiknya gunakan baju dan bra yang agak longgar serta terbuat dari bahan yang nyaman, seperti katun.

Kosongkan payudara secara maksimal saat menyusui

Saat memompa ASI atau menyusui secara langsung, Ibu perlu mengosongkan ASI pada masing-masing payudara secara maksimal. Pastikan agar payudara yang satu sudah terasa kosong terlebih dahulu sebelum mengganti proses ke payudara yang lain.

Selain menurunkan risiko mastitis, cara ini juga bisa membuat aliran ASI lebih lancar dan meningkatkan produksi ASI.

Jalani pola hidup sehat

Stres dan lelah yang tidak diimbangi dengan pola hidup sehat bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan, termasuk mastitis.

Oleh karena itu, agar terhindar dari mastitis, Busui dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang, minum air putih yang cukup, mencukupi waktu istirahat, dan rutin berolahraga.

Lakukanlah cara mencegah mastitis pada ibu menyusui di atas agar proses menyusui tetap lancar dan terasa nyaman. 

Jika Busui mengalami mastitis, sebagai penanganan awal, ibu bisa mengompres payudara dengan kain yang dibasahi air hangat dan mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol lalu lakukan konsultasi dengan Ahli Laktasi untuk penanganan yang tepat berdasarkan kondisi bayi dan payudara ibu.