Ekonomi

Bulog Pastikan Daging Kerbau Beku dari India Bebas PMK

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan pihaknya telah memastikan pasokan daging kerbau beku yang dikirim dari India terbebas dari PMK.


Bulog Pastikan Daging Kerbau Beku dari India Bebas PMK
Illustrasi ()

AKURAT.CO Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan pihaknya telah memastikan pasokan daging kerbau beku yang dikirim dari India terbebas dari Penyakit Kuku dan Mulut (PMK)

"Karena ada PMK, kami melakukan percepatan untuk kedatangan daging. Namun tidak mengabaikan keamanan dan standar harus terpenuhi," kata Buwas sapaan akrabnya di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Buwas juga mengatakan sebelum proses impor dilakukan, pihaknya terlebih dahulu meninjau kondisi hewan ternak dengan mendatangi langsung ke india, untuk memastikan hewan ternak terbebas dari PMK.

baca juga:

"Kami baru mengirimkan salah satu direksi dan timnya ke India, untuk melihat ke sana, prosesnya terjamin. Untuk tahu persis daging dari India ini clear dan bebas PMK secara keseluruhannya," kata Buwas.

Buwas menjelaskan, dalam mengantisipasi PMK hewan ternak, pihaknya memilih produksi daging yang telah memenuhi standar internasional.

"Yang kita pilih dari sana ini produksi yang sudah memenuhi standar internasional. Dan, mereka juga mendatangkan daging kerbau beku ke 70 negara. Seperti ke Malaysia, Vietnam, Hong Kong, Mesir, Irak, bahkan Arab Saudi, Filipina, dan Argentina, dan sebagainya" lanjut Buwas.

Buwas menambahkan pasokan dagung kerbau beku dari India harus melewatiu pengecekan di dalam negeri termasuk karantina oleh Kementrian Pertanian.

"Sampai saat ini, prosedur kita tetap ikut, nggak hanya di sana, pengecekan juga dilakukan di sini. Setelah izin dari karantina Kementan baru bisa kita edarkan, itu pun masih kita double tes PCR untuk memastikan daging ini betul-betul aman,"pungkasnya.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi