Rahmah

Bukti Keberpihakan Al-Qur'an Pada Kaum Lemah, ini 2 Ayat Al-Qur'an Tentang Kaum Dhu'afa

Bukti Keberpihakan Al-Qur'an Pada Kaum Lemah, ini 2 Ayat Al-Qur'an Tentang Kaum Dhu'afa
Seorang pria sedang membaca Alquran ketika mereka menunggu buka puasa di masjid Istiqlal di Jakarta, Indonesia, 7 Mei 2019. Beberapa warga ibukota sering menghabiskan waktu selama ramadan di Masjid Istiqlal. Istiqlal adalah masjid yang sentral di Ibukota Jakarta. (REUTERS/Willy Kurniawan)

AKURAT.CO, Imam Besar Masjid Istiqlal pernah berkata, istilah mustadh’afin semakin populer di dalam masyarakat sebagai simbol atau atribut bagi golongan yang tertindas, terdhalimi, atau termarginalisasi (marginal society).

Umat Islam yang mampu harus saling membantu mereka yang mengalami ketertindasan itu. Baik karena lemahnya ekonomi, karena minoritas, atau sebab terzalimi.

Dalam Al-Qur'an Allah menegaskan agar kita semua peduli kepada orang-orang yang tergolong mustadh'afin. Berikut dua ayat Al-Qur'an tersebut:

baca juga:

1. QS. Al-Isra' ayat 26-27:

 وَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا . إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا 

Artinya: "Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan ( hartamu ) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya." (QS. Al Isra’  : 26 - 27).

2. QS. Surat Al-Baqarah ayat 177:

 لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ 

Artinya: "Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah ( kebajikan ) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan, (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan dan masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar, dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa." (QS. Al  Baqarah  : 177).

Semoga dengan merenungi kandungan ayat Al-Qur'an di atas kita bisa lebih peduli kepada kondisi sosial masyarakat kita di mana masih ada dari sebagian mereka yang lemah. Amin.[]

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu