Rahmah

Bukti Bahwa Pemerintah Indonesia Bukan Taghut, ini Menurut Tafsir Al-Qur'an

Bukti Bahwa Pemerintah Indonesia Bukan Taghut, ini Menurut Tafsir Al-Qur'an
Ilustrasi Ayat-ayat tentang Obat (Asaalaf)

AKURAT.CO Ada sebagian kecil orang yang menganggap pemerintah Indonesia merupakan taghut, karena masuk dalam kategori orang-orang yang diikuti, padahal bukan syariat Islam. Pemikiran ekslusif ini datang dari mereka yang gagal paham dalam memahami agama.

Lantas, apa sih yang dimaksudkan dengan taghut itu? Dan apa benar pemerintah Indonesia adalah taghut yang tidak boleh ditaati?

Allah Ta’ala berfirman :

baca juga:

لاَ إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشْد مِن الْغَي فَمَن يَكْفُرْ بالطَّاغُوت وَيُؤْمِن بِاللّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انَفِصَام لَهَا وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Artinya: “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui“ (QS. Al Baqarah:256).

Para ulama memaknai taghut dalam Al-Qur'an sebagai sesuatu yang disembah, diikuti, atas dasar keimanan. Ibn 'Asyur misalnya menyebut, taghut adalah segala apapun yang disembah selain Allah. Sesuatu itu dijadikan sesembahan sebagai lawan dari Allah.

Tak berbeda dengan Asyur, Imam Al-Maraghi di dalam tafsirnya juga menyebut bahwa taghut adalah segala sesuatu, baik benda, orang, pemula agama, yang diikuti dan ditaati karena untuk disembah. Ia diikuti atas dasar kepatuhan sebagai hamba dengan tuhannya.

Sementara itu pemerintah buka diikuti karena dasar penyembahan. Pemerintah ditaati bukan karena mereka akan disembah dan dijadikan lawan sesembahan selain Allah. Pemerintah diikuti karena hukum di dunia, hukum negara bukan untuk menentang syariat Allah. Maka jelas mentaati pemerintah bukan sama dengan mentaati taghut.

Sebab orang yang taat pada taghut akan sengsara, balasannya neraka jahannam. Disebutkan di dalam Al-Qur'an:

وَمَن يَقُلْ مِنْهُمْ إِنِّي إِلَهٌ مِّن دُونِهِ فَذَلِكَ نَجْزِيهِ جَهَنَّمَ كَذَلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَ

Artinya: “Dan barangsiapa di antara mereka mengatakan: “Sesungguhnya Aku adalah Tuhan selain Allah”, maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahannam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim “ (QS. Al Anbiya’:29).

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu