Lifestyle

Bukit Soeharto yang Mistis

Bukit Soeharto yang merupakan taman hutan raya, yang terletak di antara Kota Balikpapan dan Samarinda di Provinsi Kalimantan Timur


Bukit Soeharto yang Mistis
Taman Hutan Raya Bukit Soeharto (Instagram/anggachristianhananta)

AKURAT.CO, Kawasan Bukit Soeharto yang merupakan taman hutan raya, terletak di antara Kota Balikpapan dan Samarinda di Provinsi Kalimantan Timur.

Status hutan raya ini dijelaskan dalam Keputusan Menteri Kehutanan No. 270/Kpts-II/1991 tanggal 20 Mei 1991, ditetapkan Kawasan Taman Wisata Alam Bukit Soeharto seluas sekitar 61.850 hektare. Juga SK Menteri Kehutanan Nomor. SK.419/Menhut-II/2004 tanggal 19 Oktober 2004, tentang Perubahan fungsi Taman Wisata Alam Bukit Soeharto seluas sekitar 61.850 hektare yang terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur menjadi Taman Hutan Raya.

Nama 'Soeharto' yang merupakan nama presiden ke-2 Republik Indonesia, tercatat lekat pada kawasan tersebut. Lantaran Soeharto dikabarkan pernah melakukan perjalanan dari Balikpapan ke Samarinda melalui bukit ini.

Soeharto pula yang menetapkan kawasan ini menjadi Hutan Lindung seluas 27.000 hektare pada tahun 1982, melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian.

Namun pada tahun 1990-an, Soeharto menginstruksikan Departemen Kehutanan untuk melakukan reboisasi. Tak hanya Departemen Kehutanan, Soeharto juga melibatkan seluruh pemegang hak pengelolaan hutan (HPH) di Kalimantan Timur dalam program tersebut.

Dua puluh dua taun berselang, status kawasan Bukit Soeharto diubah menjadi Taman Hutan Raya Bukit Soeharto seluas 61.850 hektare pada tahun 2004 oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Bukit Soeharto Kaya Flora, Fauna dan Cerita Mistis - Foto 1
Bukit Soeharto Kawasan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto Instagram/ekarizzky

Beberapa informasi menyebutkan, di kawasan Bukit Soeharto ini dipenuhi berbagai jenis kekayaan flora dan fauna.

Jenis Fauna yang ada di kawasan ini seperti Beruang madu (Helarctos malayanus), Macan Dahan (Neofelis nebulosa), Landak (Hystrix brachyura) dan Orang utan (Pongo pygmaeus). Untuk orang utan terdapat di fasilitas rehabilitasi orang utan di Pusat reintroduksi Orang Utan Wanariset Samboja yang ada di Taman Hutan Raya Bukit Soeharto ini.

Pusat reintroduksi Orang Utan Wanariset Samboja didirikan oleh oleh Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) pada tahun 1991, yang mana menyediakan pemberian perawatan dan program rehabilitasi pada orang utan yang kehilangan induk dan habitatnya.

Tak hanya itu saja, di Bukit Soeharto juga terdapat pelayanan kesehatan, reintroduksi, translokasi orang utan ke habitat yang aman. Bukan hanya orang utan, turut ada program pelestarian untuk beruang madu di Samboja Lestari.

Bukit Soeharto juga ditumbuhi beberapa tanaman seperti Kapur (Dryobalanops spp), Medang, Kayu tahan (Anisoptera costata), Mahang (Macaranga sp.), Meranti (Shorea spp.), Perupuk (Lophopetalum solenospermum)  Keruing (Dipterocarpus sp.), Mengkungan (Macaranga gigantea), Ara (Ficus sp.), Nyatoh (Palaquium spp.), Keranji (Dialium spp).

Akan tetapi, karena wilayah hutan ini bekas daerah tambang batubara di zaman penjajahan Jepang, tanah di kawasan Bukit Soeharto menjadi cenderung mudah untuk terbakar. Dalam kondisi musim kemarau, hutan di Bukit Soeharto kerap kali terbakar hebat.

Tak hanya itu, dari cerita masyarakat sekitar Bukit Soeharto, bukit ini menjadi tempat disiksa dan dikuburnya Romusha atau panggilan bagi orang-orang Indonesia yang dipekerjakan secara paksa pada masa penjajahan Jepang. Namun, belum ada literatur yang secara eksplisit menuliskan soal Romusha di Bukit Soeharto.

Akan tetapi, dalam buku 'Hantupedia: Enskilopedia Hantu-Hantu Nusantara' yang disusun oleh tim Trio Hantu CS, hantu Romusha ini kerap menampakkan diri sebagai rombongan Romusha yang sedang mengangkat peti. Di belakang mereka, ada sosok tentara Jepang lengkap dengan senapan, topi dan baju lorengnya.

Buku tersebut mencatat cerita dari seorang warga sekitar soal keangkeran Bukit Soeharto. Salah satunya, bernama Solikan yang mengaku pernah diganggu oleh hantu Romusha. 

Bukit Soeharto Kaya Flora, Fauna dan Cerita Mistis - Foto 2
Bukit Soeharto Jalan Bukit Soeharto yang menghubungkan Samarinda dan Balikpapan Instagram

Saat itu, Solikan sedang bekerja membuat jalan di Bukit Soeharto. Namun, dia melihat rombongan orang yang membawa peti sembari ditodong senapan oleh tentara Jepang. Solikan menyadari bahwa sosok mereka seperti pekerja Romusha.

Dalam pengakuan Solikan, para Romusha itu digiring ke sebuah tempat dan dipaksa menggali tanah. Ketika tanah sudah digali, peti-peti itu dimasukkan ke lubang galian.

Lalu, para Romusha itu didorong ke dalam lubang, kemudian diberondong peluru dan dilempari granat.

Solikan yang mengaku melihat kekejaman itu, mendadak langsung pingsan. Keesokan harinya, Solikan ditemukan oleh rekan kerjanya.

Setelah kejadian menyeramkan itu, Solikan penasaran dengan lokasi lubang itu. Dia iseng mengeceknya dan ternyata di lokasi tersebut tidak ia temukan apa-apa.

Tak hanya soal Solikan yang digentayangi hantu Romusha, menurut akun Instagram @indizenborneo, salah satu supir veteran yang mengendarai mobil travel perjalanan Samarinda-Balikpapan pada tahun 2012 lalu mengatakan bahwa ada pembunuhan yang terjadi di Bukit Soeharto. Mobilnya dirampok, supir serta penumpangnya dibunuh. Bahkan salah satunya dipenggal hingga kepalanya putus.⁠⁠

Penumpang yang terbunuh, pernah mengikuti salah satu konten kreator cerita mistis @brii_story. Hantu penumpang tersebut perna minta diantarkan ke Samarinda, karena ada urusan yang belum dia selesaikan.

Lalu, beberapa bulan lalu, di Twitter sempat dibahas bahwa pemilik akun @tiararisq sempat diganggu wanita berambut panjang, yang menumpang untuk dibonceng saat melewati jalan Bukit Soeharto sendirian ke Balikpapan.

Oleh karena itu, banyak warga sekitar Bukit Soeharto yang percaya bahwa apabila melewati Bukit Soeharto pada malam hari, harus ditemani, jangan pergi sendirian. 

Buat kamu yang tertarik ingin mengunjungi untuk jalan-jalan di siang hari, jangan khawatir. Karena, beragam aktivitas yang dapat dilakukan di Bukit Suharto seperti belajar bidang keilmuan, berwisata dan bersantai, berfoto dan piknik yang menyenangkan.

Taman Hutan Raya Bukit Soeharto dapat ditempuh dari Balikpapan dengan memakan waktu 45 menit jika menggunakan jalur darat. Apabila ditempuh dari Kota Samarinda, memakan waktu selama 1,5 jam dengan jalur yang sama.

Bagi kamu yang ingin liburan sembari menikmati suasana alam menyenangkan, bisa mengunjungi bukit yang satu ini. Pastikan kamu merencanakan liburan di tempat ini dengan benar benar matang dan jangan sendirian, setelah masa PPKM.[]