Ekonomi

Bukit Asam Resmi Copot Said Didu Jadi Komisaris


Bukit Asam Resmi Copot Said Didu Jadi Komisaris
Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu saat memberikan keterangan pers kepada awak media di Jakarta, Senin (26/3). (AKURAT.CO/Atikah Umiyani)

AKURAT.CO, PT Bukit Asam (Persero) Tbk resmi memberhentikan Said Didu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bukit Asam Tbk, Jumat (28/12). Tidak hanya Said Didu, Purnomo Sinar Hadi juga diberhentikan.

Sebagai ganti, PTBA mengangkat Taufik Madjid dan Jhoni Ginting sebagai komisaris. Selain itu, perseroan mengangkat Soenggoel Pardamean Sitorus sebagai komisaris independen menggantikan Johan O Silalahi.

Selain perubahan pengurus perseroan, RUPSLB ini PTBA juga menyampaikan kinerja operasional sepanjang Januari hingga September 2018.

Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin mengatakan sepanjang 9 bulan pertama tahun ini pihaknya membukukan pendapatan usaha sebesar Rp16,04 triliun atau naik 21 persen dibanding pendapatan usaha pada periode yang sama tahun lalu

"Meningkatnya pendapatan usaha ini membuat laba bersih perseroan ikut meningkat," jelasnya, Jumat (28/12).

Adapun laba bersih perseoran hingga triwulan III tahun ini sebesar Rp3,93 triliun atau naik 50 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Arviyan menuturkan, peningkatan pendapatan usaha dan laba bersih tersebut ditopang peningkatan produksi serta penjualan batubara.

"Hingga September 2018, volume produksi batubara naik 16 persen menjadi 19,68 juta ton. Kenaikan volume produksi ini juga diikuti dengan kenaikan volume penjualan hingga September sebesar 18,58 juta atau naik 8 persen dari periode yang sama pada tahun 2017 dengan komposisi 53 persen untuk pasar domestik dan 47 persen untuk pasar ekspor," paparnya. 

Ia menambahkan, peningkatan volume penjualan ini didorong oleh kenaikan penjualan batubara ekspor sebesar lebih dari 2 juta ton. Selain itu, hingga triwulan III tahun 2018 ini, angkutan batubara dengan kereta api tercapai sebesar 16,97 juta ton atau naik 8 persen dari periode yang sama di tahun 2017.

"Peningkatan kinerja operasional yang telah dicapai Perseroan ini tak lepas dari upaya efisiensi yang berkelanjutan dan penerapan strategi usaha yang efektif," tandasnya. []

Denny Iswanto

https://akurat.co