News

Bukhori: Kehalalan Vaksin Pengaruhi Tujuan Herd Immunity

Bukhori: Kehalalan Vaksin Pengaruhi Tujuan Herd Immunity
Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bukhori Yusuf (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengizinkan penggunaan vaksin buatan Astrazeneca yang mengandung babi karena alasan kedaruratan. 

Merespons hal itu, Anggota Komisi VIII DPR RI Bukhori Yusuf meminta pemerintah secara tegas, lebih cermat memilih vaksin dengan mengutamakan pertimbangan aspek kehalalan disamping aspek efikasi. 

“Kami meminta kepastian kehalalan dari pemerintah untuk vaksin lain yang akan disuntikan ke masyarakat,” ungkap Bukhori dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/3/2021). 

Selain itu, Bukhori juga mendesak MUI dan BPJPH ke depan untuk mengambil peran lebih pro aktif dalam mengontrol kepastian kehalalan semua vaksin yang telah ditetapkan pemerintah. 

Ketua DPP PKS ini menilai, pertimbangan kehalalan vaksin juga berpengaruh terhadap program vaksinasi yang telah dicanangkan oleh pemerintah mengingat komposisi sebagian besar masyarakat Indonesia adalah Muslim. 

"Aspek penerimaan masyarakat juga menjadi penting. Ketika masih ada keraguan di masyarakat terkait kehalalan, pasti berpengaruh terhadap turunnya animo mereka untuk divaksin," terangnya. 

“Alhasil, jika tren ini berlanjut seiring dengan tidak adanya kepastian, maka tujuan untuk membentuk herd immunity melalui vaksinasi bisa jauh dari harapan” sambungnya.  

Untuk diketahui, pemerintah resmi menetapkan 6 jenis vaksin untuk pelaksanaan vaksinasi virus corona di Indonesia. Keputusan pemerintah ini dituangkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor H.K.01.07/Menkes/9860/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanaan Vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).   

Keenam jenis vaksin untuk vaksinasi Covid-19 di Indonesia adalah vaksin yang diproduksi oleh: 1) PT Bio Farma (Persero) 2) Astra Zeneca 3) Sinopharm 4) Moderna 5) Pfizer 6) Sinovac.[]

baca juga: