News

Bukber dengan Warga Negara Lain hingga Mengajar Ngaji, Ini Kisah Mahasiswa Muslim Indonesia di Rusia

Warga Muslim Indonesia kerap dianggap sebagai saudara bagi masyarakat Muslim Rusia


Bukber dengan Warga Negara Lain hingga Mengajar Ngaji, Ini Kisah Mahasiswa Muslim Indonesia di Rusia
Ilustrasi puasa (BOLDSKY)

AKURAT.CO, Berbeda dengan tahun lalu, kini, Ramadan di Rusia kembali semarak. Tahun lalu, pemberlakuan jam malam hingga lockdown menjadi penyebab utama sepinya Ramadan di Rusia. Namun, tahun ini pemerintah mengizinkan masyarakat muslim untuk melaksanakan sejumlah kegiatan khas Ramadan mulai dari tarawih di masjid hingga buka bersama. 

Seorang muslim asal Republik Dagestan, Rusia, Arif Sultan Magomedov, menyatakan bahwa hampir di setiap masjid di tiap kota di Republik Dagestan menyediakan tempat berbuka dan sahur gratis. 

“Misalnya di Makhachkala, Ibu kota Dagestan, itu setiap hari di Masjid Jami buka puasa sekitar 700 orang. Kemudian, apalagi sekarang setiap hari tiap kota, ada acara iftar yang besar, itu lebih besar dari acara iftar di masjid. Dan orangnya kumpul di stadium, buka puasa bersama, ada sekitar 2 hingga 3 ribu orang,” ucap Arif seperti dikutip dari ANTARA. 

Arif juga menyatakan bahwa hingga kini, Dagestan masih menjadi pusat kegiatan keislaman khususnya ketika Ramadan, pasalnya, warga Dagestan mayoritas beragama Muslim.

“Di Dagestan, ada bangunan masjid yang luas, dengan area lebih 35 hektare. Di masjid itu, ada buka puasa untuk orang yang kerja di sana, turis maupun mahasiswa. Setiap hari ada sekitar seribu orang yang ada di sana. Nah, di masjid itu, bukan hanya Ramadan saja menyiapkan makan untuk pengunjung. Setiap hari ada sajian makanan, silakan orang datang makan untuk gratis,” jelas Arif yang pernah kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang itu. 

Selain itu, Arif menegaskan bahwa Muslim di Dagestan juga kerap memberikan takjil secara cuma-cuma di jalan-jalan. Dirinya pun mengaku pernah mengalami hal yang sama ketika sedang melakukan perjalanan dari Makhachkala ke sejumlah kampung. 

“Ketika ifthar kurang dari 10 menit, itu di jalan di mana-mana banyak orang yang memberi kurma atau air, untuk berbuka bersama,” kenang Arif. 

Perjalanan Islam di Rusia memang unik. Seorang mahasiswa doktoral di Volgograd State University Russia, Amy Maulan menyatakan bahwa dirinya begitu menikmati kehidupan umat Islam di negara terbesar di dunia tersebut. 

“Islam di Rusia itu merupakan agama terbesar setelah Kristen Ortodox. Jumlahnya ada sekitar 30 juta dari total penduduk Rusia, kemudian terdiri dari 40 kelompok etnis muslim yang tersebar dari kawasan Rusia,” jelas Amy.