Rahmah

Bukannya Dihukum, Abu Nawas Justru Dibela Baginda Gegera Lakukan Hal Tak Terduga Ini  

Abu Nawas diminta untuk membagikan hadiah yang telah diberikan Baginda Raja Harun Ar-Rasyid.


Bukannya Dihukum, Abu Nawas Justru Dibela Baginda Gegera Lakukan Hal Tak Terduga Ini  
Ilustrasi Abu Nawas (AKURAT.CO/Candra Nawa)

AKURAT.CO Dalam khazanah ke-Islaman, nama Abu Nawas begitu familiar di telinga umat Muslim. Tokoh sufi yang hidup pada zaman Khilafah Harun Ar-Rasyid ini dikenal lewat kisah-kisah cerdiknya yang dapat mengocok perut bagi setiap orang yang membacanya. 

Diantaranya adalah kisah lucu Abu Nawas dan sang majikan seperti dikutip NU Online ini. Simak kisah ini sampai selesai ya.

Dibalik kecerdikannya, Abu Nawas juga manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Karena itu, dirinya tak jarang mendapat perlakuan kurang mengenakkan dari sebagian orang.

baca juga:

Seperti dalam suatu waktu, sepulangnya dari istana kerajaan, Abu Nawas diminta untuk membagikan hadiah yang telah diberikan Baginda Raja Harun Ar-Rasyid. Akan tetapi, Abu Nawas justru memberikan beberapa tabokan kepada orang yang diduga sebagai penjaga gerbang istana itu.

Karena perlakuan tersebut, si penjaga gerbang itu lalu mengadukannya kepada Baginda Raja.

"Wahai Baginda Raja yang mulia, ampun beribu ampun. Hamba datang ke sini untuk mengadukan Abu Nawas yang telah menaboki hamba berkali-kali tanpa sebab yang jelas. Karena itu, hamba mohon keadilan dari Baginda,” adu si penjaga gerbang istana itu kepada Baginda.

Tak ingin membuang-buang waktu, Baginda Raja segera memerintahkan pengawal untuk memanggil Abu Nawas. Beberapa saat kemudian, Abu Nawas hadir ke istana. Baginda Raja pun segera bertanya kepada Abu Nawas.

"Hai Abu Nawas! Benarkah engkau telah menaboki penjaga gerbang istana ini berkali-kali?” tanya Baginda Raja geram.

"Izin Tuanku, hamba melakukannya karena sudah sepatutnya dia menerima tabokan itu,” jawab Abu Nawas menjelaskan.

"Wahai Abu Nawas, apa maksudmu? Coba engkau jelaskan sebab musababnya kenapa menaboki si penjaga gerbang ini?" tanya Baginda Raja Harun kembali.

"Tuanku yang Mulia, sebelumnya hamba dan penjaga pintu gerbang ini telah mengadakan perjanjian bahwa jika hamba diberi hadiah oleh Baginda maka hadiah tersebut akan dibagi dua. Satu bagian untuknya, sementara satu bagian untuk saya. Nah pagi tadi hamba menerima hadiah tabokan berkali-kali dari Baginda, maka saya berikan nuga hadiah itu kepadanya," kata Abu Nawas.

"Hai penjaga pintu gerbang, benarkah engkau telah mengadakan perjanjian seperti itu dengan Abu Nawas?" tanya Baginda Raja Harun Ar-Rasyid.

"Benar Tuanku yang Mulia, tapi hamba tiada mengira jika Baginda memberikan hadiah pukulan," kata penunggu pintu gerbang.

“Engkau ini memang tukang peras, sekarang kena batunya. Abu Nawas tidak bersalah. Bahkan sekarang aku tahu bahwa penjaga pintu gerbang istana adalah orang yang suka narget, suka memeras orang. Kalau engkau tidak merubah kelakuan burukmu itu, sungguh aku akan memecat dan menghukum kamu,” kata Baginda Raja Harun Ar-Rasyid membela Abu Nawas. Wallahu A'lam Bishawab. []