Tech

Bukan Tanda Kiamat, Ini Penjelasan BMKG soal Matahari Terbit di Utara

Kemiringan sumbu rotasi Bumi yang diakibatkan dari pergerakan posisi Matahari menjadi alasan ilmiahnya


Bukan Tanda Kiamat, Ini Penjelasan BMKG soal Matahari Terbit di Utara
Ilustrasi gerak semu Matahari

AKURAT.CO, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberi penjelasan terkait hebohnya fenomena Matahari terbit dari utara beberapa waktu lalu yang bahkan sampai dikaitkan dengan datangnya hari kiamat. Kemiringan sumbu rotasi Bumi yang diakibatkan dari pergerakan posisi Matahari menjadi alasan ilmiahnya.

“Posisi Matahari setiap tahunnya pada bulan Juni berada di belahan utara. Bergeser mendekat timur laut, pada waktu tengah hari Matahari akan berada di arah utara. Saat terbenam bukan pada titik barat, tetapi mendekati barat laut,” kata Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), saat dihubungi, Sabtu (19/6).

Normalnya, Matahari terbit dari arah timur dan terbenam dari barat. Alhasil, fenomena yang terjadi di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan itu sempat menghebohkan jagat maya karena dikaitkan dengan datangnya hari kiamat.

Seperti diketahui, agama Islam mempercayai bahwa salah satu tanda kiamat besar adalah terbitnya Matahari tidak dari timur, melainkan dari barat. Namun, untuk fenomena yang satu ini tidak ada kaitannya dengan kiamat, karena ada pejelasan ilmiahnya.

Menurut BMKG, fenomena yang terjadi di wikayah Sulawesi Selatan itu berhubungan dengan gerak semu tahunan matahari (GSTM). Gerak semu tahunan Matahari menyebabkan pergantian musim seperti telah dijelaskan sebelumnya.

Ada pula gerak semu harian Matahari (GSHM) yang mengakibatkan adanya pergantian siang dan malam di planet Bumi. Dikatakan semu karena bagi pengamat di Bumi yang tampak bergerak adalah Matahari. Padahal, "pergerakan" Matahari yang tampak oleh pengamat di Bumi terjadi akibat gerak Bumi terhadap Matahari. Gerak rotasi Bumi menyebabkan GSM harian, sementara revolusi Bumi menyebabkan GSM tahunan.

Peristiwa GSTM sendiri disebabkan revolusi Bumi, merupakan gerak putar Bumi pada orbitnya mengelilingi Matahari. Namun, poros Bumi ketika mengelilingi Matahari tidak tegak lurus, tetapi miring 23,5 derajat.