Lifestyle

Bukan Mistis Bun, Ini Alasan Bayi Suka Melihat Langit-langit Rumah

Bayi yang sering melihat langit-langit rumah adalah hal normal. Tapi, Bunda tidak boleh mengabaikan hal ini jika terjadi saat bayi berusia lebih 12 minggu

Bukan Mistis Bun, Ini Alasan Bayi Suka Melihat Langit-langit Rumah
Ilustrasi - Bayi suka melihat ke arah langit-langit rumah (UNSPLASH/Kelly Sikkema)

AKURAT.CO Si Kecil mungkin sering menatap ke arah langit-langit rumah. Ini bisa tampak sangat menyeramkan, dan juga mengkhawatirkan.

Namun para ahli mengatakan bahwa itu sangat normal. Menurut dokter anak Tiffany Kimbrough, MD., ada banyak alasan mengapa perhatian bayi teralih ke langit-langit atau permukaan lain di rumah.

Otak bayi sedang mengembangkan, menyerap, dan memproses lingkungan baru mereka. Ini terjadi ketika mata mereka mulai terbiasa dengan lingkungan sekitarnya.

baca juga:

Jadi, jika ada lampu atau kipas angin di langit-langit, ini dapat menarik perhatian bayi dan menimbulkan senyuman atau reaksi karena rangsangan tersebut.

"Mereka tertarik pada cahaya karena penglihatan bayi tidak sepenuhnya sempurna segera setelah lahir. Kontras yang mencolok seperti terang versus gelap lebih mudah dilihat oleh mereka," kata Kimbrough, dikutip AKURAT.CO, Senin (9/5/2022). 

Ingat, bayi sering kali terlentang, jadi fokus matanya lebih sering  lurus ke depan untuk melihat kipas angin, tekstur langit-langit, atau mungkin beberapa lampu. Itu semua baru dan benar-benar menarik bagi mereka. 

Namun Dr. Sanam Hafeez, seorang neuropsikolog di New York City, mengatakan bahwa mungkin tidak normal bagi bayi untuk menatap langit-langit setelah sekitar 12 hingga 16 minggu.

"Jika Bunda tidak dapat menarik perhatian bayi dari langit-langit bahkan untuk waktu yang singkat, mungkin ada hal lain yang terjadi. Dan jika mereka tidak mengenali wajah yang berulang dan konsisten muncul, seperti wajah ibu dan ayah, mungkin sudah waktunya untuk berkonsultasi dengan dokter anak," kata Hafeez.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh  Dr. Mary Kohn , dokter anak di Rumah Sakit Universitas Colorado. Menurut Kohn, sangat normal untuk bayi yang baru lahir.

Tetapi itu menjadi tidak begitu normal untuk bayi sudah lebih tua. Kondisi ini mungkin terjadi karena kelemahan otot extraokular, otot yang mengontrol pergerakan mata.

"Bayi dengan gerakan mata mengembara atau tidak pernah melakukan kontak mata mungkin buta atau memiliki penglihatan yang sangat rendah," kata Kohn.

Tapi ini tidak terlalu umum, dan Bunda tidak perlu khawatir bayi mengalami masalah ini hanya karena mereka tertarik dengan langit-langit.

Ingat, jangan pernah mengandalkan informasi dari internet untuk mengetahui kondisi Si Kecil.

Yang terbaik adalah selalu periksakan ke dokter anak segera jika Bunda menduga mungkin ada sesuatu yang  serius yang terjadi dengan Si Kecil.