Ekonomi

Bukan Main! IHSG Akhirnya Jatuh Tersungkur ke 3.000-an


Bukan Main! IHSG Akhirnya Jatuh Tersungkur ke 3.000-an
Pekerja memotret pergerakan saham di Bursa Efek Jakarta, Senin (10/6/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin ini menguat setelah libur panjang Hari Raya Idulfitri 1440 Hijriah. IHSG dibuka menguat 68,18 poin atau 1,1 persen ke posisi 6.277,29. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 17,47 poin atau 1,78 persen menjadi 1.000,35.  (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat pagi (20/3/2020), telah melemah ke 3 ribuan. Pelemahan ini mencapai  4,28% atau 175,5 poin ke 3929,8. Sebanyak 40 saham menguat, 188 melemah, dan 45 stagnan. Asing menjual hingga Rp96,04 miliar.

Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45, Kelompok 30 saham unggulan dari LQ45 (IDX30), dan Kelompok 30 saham syariah unggulan atau Jakarta Islamic Index (JII) stagnan.

Saham dari Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 yang menguat adalah PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menguat 0,81% ke Rp9.350. Secara umum, sahamnya adalah PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA) menguat 17,4% ke Rp222. Saham teraktif adalah Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) bernilai Rp1,69 triliun.

Analis MNC Sekuritas Edwin Sebayang menilai pelemahan IHSG dipicu oleh virus Corona, jatuhnya EIDO, emas, nikel, minyak sawit, dan rupiah.

"Semakin bertambahnya jumlah korban tewas per 20 Maret secara global akibat Covid-19 mencapai 10,048 orang dan yang terjangkiti mencapai 245,532 orang. Dimana penyebaran Covid-19 yang paling cepat terjadi di Italia yang telah menjangkiti sekitar 41,035 orang dan telah menewaskan 3,405 orang (sehari korban tewas naik +427 orang). Dan di AS sendiri sudah menjangkiti 14,265 orang dengan jumlah yang tewas 218 orang. Sementara di Indonesia sudah menjangkiti 308 orang dengan jumlah yang tewas 25 orang," kata Edwin.

"Jatuhnya Gold sebesar -0.92%, Nikel -0.70%, CPO -2.38% ditengah jatuhnya EIDO turun -7.77% serta turunnya Rupiah kelevel Rp16,095 menjadi sentimen negatif bagi perdagangan Jumat ini," tambahnya.

Kepala riset PT Valbury Sekuritas Alfiansyah menilai pelemahan IHSG didorong oleh virus Corona dan penurunan harga minyak.

"Kendati BI menurunkan suku bunga acuan sebagai langkah untuk menjaga perekonomian, namun kepanikan pasar yang masih tinggi terhadap virus Corona belum bisa mereda. Tekanan IHSG terjadi kembali hari ini, ditengah bayang ancaman pelemahan rupiah dan tetap dihadapi ketidakpastian pasar global akibat virus Corona," kata Alfiansyah.

Menurutnya, wabah virus Corona membuat pemerintah disejumlah negara menerapkan kebijakan agar bisa sekecil mungkin dampak penyakit ini bagi masyarakat dan pengaruh bagi perekonomian. Penyebaran  virus Corona membuat sejumlah negara di dunia menerapkan isolasi secara penuh (lockdown).

Negara sudah memilih opsi tersebut yakni Italia, Cina, Prancis, Denmark, Filipina, Irlandia, dan Malaysia. Sementara Indonesia langkah tersebut belum diambil. Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, dari sisi anggaran siap mendukung berbagai kemungkinan termasuk lockdown.

Kementrian Keuangan tengah berkoordinasi dengan BNPB dalam mempersiapkan berbagai skenario penanganan virus Corona ini.

Realiasi penerimaan pajak hingga akhir Februari 2020 mencapai Rp152,9 triliun atau turun 5% dibandingkan periode yang sama di 2019 yang sebesar Rp160,9 triliun. Penurunan penerimaan pajak dikarenakan harga minyak turun yang berdampak terhadap PPh Migas. []