News

Bukan Karena Bahan Baku, Ternyata Ini Penyebab Kelangkaan Minyak Goreng

Bukan Karena Bahan Baku, Ternyata Ini Penyebab Kelangkaan Minyak Goreng
Pekerja mengisi minyak goreng curah di salah satu agen minyak goreng curah di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta, Kamis (26/5/2022). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Pakar Tata Niaga Minyak Goreng dan Industri Sawit, Wiko Saputra, telah memberikan pengetahuannya pada persidangan dugaan korupsi ekspor minyak sawit mentah (CPO) pada Senin (5/12/2022). Dalam sidang, ia memberikan penjelasan penyebab adanya kelangkaan minyak goreng di Indonesia beberapa waktu lalu.

Wiko menuturkan bahan baku pembuat minyak goreng tidak mengalami kekurangan saat terjadinya kelangkaan minyak di Indonesia. Terlebih, Wiko menilai produksi bukanlah menjadi masalah.

"Saya menemukan bahwa sebenarnya tidak ada kelangkaan dalam aspek bahan baku, artinya stok bahan baku mencukupi untuk pemenuhan stok industri minyak goreng," kata Wiko di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) PN Jakarta Pusat dikutip Selasa (6/12/2022).

baca juga:

Selain itu, Wiko di dalam persidangan juga menyebut terdapat masalah dalam pengiriman minyak goreng. Sehinga, jelas dia, kelangkaan terjadi.

"Permasalahannya terjadi pada aspek distribusi, karena tidak terdistribusi ke pasar," ungkapnya.

Sementara itu, penasihat hukum terdakwa Master Parulian Tumanggor, Patra M Zen menyebut bahwa keterangan Wiko dapat diartikan Indonesia tak mengalami kekurangan bahan baku dalam pembuatan minyak goreng. Maka dari itu, pengiriman barang ke luar negeri dinilai tak perlu dipermasalahkan.

"Tidak masalah jika pelaku usaha melakukan ekspor. Pendapat ini justru menunjukkan masalah bukan ada di Wilmar Group, selaku produsen. Melainkan pada jalur distribusi," ungkap Patra.

Terkait kasus itu, mantan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Indra Sari Wisnu Wardhana, didakwa merugikan negara hingga Rp18 triliun. Perbuatan itu dilakukan bersama tim asistensi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Weibinanto Halimdjati alias Lin Che Wei; Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Master Parulian Tumanggor; Senior Manager Corporate Affair PT Victorindo Alam Lestari, Stanley Ma; dan General Manager (GM) Bagian General Affair PT Musim Mas, Pierre Togar Sitanggang. []