Lifestyle

Bukan Hanya Tempat Tinggal, Ini Filosofi Dibalik Rumah Gadang

Bagi orang Minang, rumah Gadang bukan hanya tempat untuk tinggal. Setiap bentuk dan garis dari Rumah Gadang memiliki filosofi


Bukan Hanya Tempat Tinggal, Ini Filosofi Dibalik Rumah Gadang
Rumah Gadang, Sumatera Barat (DE.WIKIVOYAGE.ORG)

AKURAT.CO, Siapa yang tidak tahu Rumah Gadang? Rumah khas Minangkabau ini memiliki ciri khas berupa atap yang melengkung seperti tanduk kerbau. Namun, ada juga yang menyebut atap ini mirip Siriah Basusun (daun sirih yang disusun). Ini bermakna Rumah Gadang sebagai tali penyambung silaturahmi dan kekeluargaan.

Bentuk atap yang melengkung dan runcing ke atas itu disebut gonjong, maka rumah Gadang disebut juga rumah Bagonjong. Bentuk gonjong yang runcing diibaratkan seperti harapan untuk mencapai Tuhan.

Bukan hanya atapnya saja, pembuatan Rumah Gadang ini juga menarik karena tidak menggunakan paku. Untuk merekatkan dan menyambungkan dua bahagian kayu, rumah Gadang hanya mengandalkan pasak. Alhasil, rumah Gadang tidak akan roboh saat terjadi gempa, tetapi berayun mengikuti ritme gempa.

Rumah Gadang selalu dibuat tinggi menyerupai rumah panggung, dengan tangga pada bagian depannya. Pada halamannya, dibuat bangunan dengan 4 hingga 6 tiang. Bangunan ini dinamakan Rangkiang, berfungsi untuk untuk menaruh bahan pangan. Rangkiang adalah simbol bertahan hidup masyarakat Minangkabau. 

Rumah Gadang umumnya memiliki ruangan dalam jumlah ganjil, diantara 3 hingga 11. Hanya orang tua dan anak perempuan saja yang memiliki kamar. 

Bagi orang Minang, rumah Gadang bukan hanya tempat untuk tinggal. Setiap bentuk dan garis dari Rumah Gadang mengikuti falsafah hidup orang Minangkabau, yaitu Alam Takambang Jadi Guru. Artinya, semua hal selalu melalui proses meniru dan belajar dari lingkungan alam sekitar.

Rumah Gadang menggambarkan alam Bukit Barisan. Puncaknya bergaris lengkung dan meninggi, sementara garis lerengnya melengkung dan mengembang ke bawah dengan bentuk bersegi tiga.

Apabila dilihat dari fungsinya, Rumah Gadang sangat sesuai dengan iklim tropis. Atapnya yang lancip membuat air hujan tidak akan mengendap pada ijuk yang berlapis-lapis. Kolongnya yang tinggi memberikan hawa yang segar, terutama pada musim panas. 

Pembangunan Rumah Gadang pun selalu berjajaran menurut arah mata angin dari utara ke selatan. Ini bertujuan untuk menjaga rumah dari terpaan angin yang kencang dan sengatan sinar matahari. 

Sementara untuk motif, masyarakat Minang banyak terinspirasi oleh alam, yaitu  daun, bunga, buah, dan tumbuhan lainnya. Ukiran yang dibuat pun tidak asal-asalan. Semua ukiran harus berdasarkan adat Basandi Syarak yang memiliki tiga filosofi, yaitu:

  • Ukue Jo Jangka, yang bermakna mengukur menggunakan jangka.
  • Alue Jo Patuik, yang bermakna memperhatikan alur dan kepatutan.
  • Raso Jo Pariso, memiliki makna mengandalkan rasa dan memeriksa atas rujukan bentuk-bentuk geometris.

Setelah itu, ukiran akan dicat dengan warna warna khas Minangkabau, yaitu kombinasi merah, hitam, kuning dan hijau.

Dari sisi filosofinya, Rumah Gadang dikatakan gadang (besar) bukan dilihat dari bentuknya melainkan fungsinya. Bagi orang Minangkabau, Rumah Gadang dapat melingkupi segala keperluan sehari-hari maupun adat, yang meliputi: 

  • Tempat tinggal sebuah keluarga besar dengan beberapa keluarga inti.
  • Tempat bermusyarawarah atau bermufakat bagi kaum atau keluarga.
  • Tempat melaksanakan upacara, seperti upacara penobatan penghulu, atau perkawinan.
  • Tempat merawat anggota keluarga.

Lokasi wisata Saribu Rumah Gadang

Jika tertarik melihat Rumah Gadang, kamu bisa berkunjung ke Saribu Rumah Gadang, yang berlokasi di Nagari Koto Baru, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatra Barat. Jaraknya sekitar 150 kilometer dari Kota Padang, Ibu Kota Provinsi Sumatra Barat, dengan lama perjalanan kurang lebih empat jam.

Di sini, kamu bisa melihat ratusan Rumah Gadang berjejer di sepanjang jalan pedesaan. Pada tahun 2017, kawasan ini dinobatkan sebagai Kampung Adat Terpopuler di Indonesia.

Selain melihat Rumah Gadang, kamu juga akan menyaksikan keindahan alam Sumatera Barat, serta adat istiadat yang kental.

Kapan liburan ke sana?[]