Lifestyle

Bukan Hanya Pasangan, Kehilangan Sahabat Juga Menyakitkan

Sama seperti pasangan, kehilangan sahabat juga tak kalah menyakitkan.  Kamu tidak perlu malu. Inilah beberapa tips mengatasinya


Bukan Hanya Pasangan, Kehilangan Sahabat Juga Menyakitkan
Ilustrasi kehilangan sahabat (UNSPLASH/ Raychan)

AKURAT.CO, Sahabat adalah seseorang yang mengenal dirimu, dan selalu ada bersamamu. Kebanyakan dari kita juga mungkin mengandalkan sahabat untuk hampir segala urusan. Tetapi karena beberapa alasan yang terkadang tidak dapat dipahami, persahabatan menjadi berantakan. Sama seperti pasangan, kehilangan sahabat juga tak kalah menyakitkan. 

Jika kamu baru saja kehilangan seorang sahabat dan tidak tahu bagaimana menghadapi sakit hati, Berikut AKURAT.CO uraikan beberapa cara untuk membantumu: 

Biarkan dirimu bersedih

baca juga:

Orang cenderung meremehkan kesedihan yang bersumber dari kehilangan sahabat. Namun, faktanya kehilangan sahabat juga sangat menyakitkan. 

Sama seperti kehilangan lainnya, kamu harus membiarkan dirimu berduka atas kehilangan seorang sahabat. Tidak apa-apa untuk tidak baik-baik saja ketika sahabat yang kamu percaya tidak lagi menjadi bagian dari hidupmu. Kamu tidak perlu malu. 

Luangkan waktu untuk mengatasi rasa sakit, dan jangan terburu-buru untuk melewati fase ini. Semakin kamu menyangkal rasa sakit hatimu, semakin sulit kamu berdamai dengan itu. 

Menulis jurnal 

Kehilangan seorang sahabat seperti kehilangan orang kepercayaan, seseorang yang mengetahui semua pikiran dan kehidupan pribadimu. Kehilangan mereka bisa membuat kamu kehilangan diri sendiri. Jadi, satu-satunya cara untuk melewati ini adalah dengan memahami diri sendiri.

Biarkan diri memproses pikiranmu. Kamu dapat melakukannya dengan menulis jurnal atau buku harian. Tuliskan apa yang kamu rasakan dan pikirkan.  Dengan begitu, kamu akan lebih mampu memahami dirimu sendiri dalam menghadapi kehilangan ini. 

Berbicara dengan seseorang

Jika kamu tidak menyukai ide jurnal pemikiran, maka temukanlah seseorang yang kamu percayai untuk mencurahkan semua pikiran dan rasa sakit hatimu. Bisa siapa saja, terapis, pasangan, keluarga, atau rekan kerja.

Berbicara kepada orang lain mencegahmu menyalahkan diri sendiri dan membantu melihat alasan dibalik perpisahan. Ingatlah, terkadang nasihat terbaik datang dari orang yang tidak pernah kamu duga.

Jangan mengurung diri 

Kehilangan sahabat bisa membuatmu kehilangan rasa percaya diri. Kamu menjadi lebih penyendiri, dan menjauh dari lingkungan. Namun, perlahan temukanlah kepercayaan dirimu lagi. Kembalilah bersosialisasi dan bertemu orang-orang.

Libatkan diri dalam kegiatan kelompok dan terhubung dengan orang-orang, baik yang lama maupun baru. Biarkan dirimu bahagia di masa sekarang dan ingatlah bahwa ada banyak orang di luar sana yang berpotensi menjadi sahabatmu.

Jika satu persahabatan tidak berhasil, itu tidak berarti yang lain juga tidak. Tersenyumlah![]