News

Bukan hanya Indonesia, Pandemi COVID-19 Menggila di ASEAN  

Malaysia paling mengkhawatirkan.


Bukan hanya Indonesia, Pandemi COVID-19 Menggila di ASEAN  
Penyebaran COVID-19 di ASEAN melonjak tinggi (asiasociety.org)

AKURAT.CO, Pandemi COVID-19 di Indonesia dalam beberapa minggu terakhir menuai sorotan dunia. Pasalnya, penyebaran COVID-19 terus mengalami peningkatan. Hingga hari Senin (26/7), kasus baru berjumlah 28.228 orang. Jumlah ini cenderung menurun. Bahkan, jumlah tersebut merupakan penambahan kasus harian terendah sejak peningkatan signifikan yang terjadi pada 4 Juli 2021 lalu. 

Sementara itu, angka kematian pada Senin kemarin mencapai 1.487 pasien. Dengan jumlah total pasien meninggal dunia yang semakin banyak, Indonesia masuk dalam salah satu negara dengan kasus kematian harian tertinggi di dunia. 

Kondisi ini ternyata juga dialami oleh sejumlah negara tetangga. Penambahan pasien lebih dari 10 ribu orang per hari terjadi di Thailand dalam 10 hari terakhir. Sedangkan rata-rata jumlah penambahan pasien baru dalam 14 hari terakhir sekitar 11.975 orang per harinya. Jumlah ini melonjak signifikan setelah pada 14 hari sebelumnya rata-rata tersebut berkisar di angka 6.798 orang per hari. 

Sedangkan pasien meninggal dunia akibat infeksi COVID-19 di Thailand juga semakin banyak dengan rata-rata 97 orang meninggal dunia per harinya dalam 14 hari terakhi, di mana dalam 14 hari sebelumnya jumlah tersebut berada di angka 61 orang. 

Selain penambahan pasien baru, proses vaksinasi di Thailand juga terbilang lambat. Hingga 23 Juli 2021 lalu, Thailand melakukan vaksinasi dengan rerata 230.190 dosis per hari dalam tujuh hari terakhir. Dengan angka tersebut, hanya sekitar 5,2 persen warga Thailand yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis penuh. Angka ini masuk dalam negara dengan laju vaksinasi paling lambat di ASEAN. 

Sedangkan 51,6 persen warga Singapura telah menjalani vaksinasi dosis penuh. Namun, penyebaran pandemi COVID-19 juga belum mereda. Dalam tujuh hari terakhir, pasien baru COVID-19 di Singapura mencapai 100 orang tiap harinya. Dengan ini, pemerintah Singapura juga kembali memberlakukan pengetatan aktivitas dan mobilitas warganya. Bahkan, pengetatan ini akan diberlakukan selama satu bulan penuh. 

Sementara pasien positif di Malaysia telah bertambah hingga 17.045 orang, di mana jumlah tersebut adalah rekor tertinggi sejak pandemi COVID-19 menyerang. Sedangkan dalam 14 hari terakhir, rata-rata penambahan kasus harian adalah 12.653 orang, angka ini jauh lebih besar dari 14 hari sebelumnya yang berada di angka 7.303 orang tiap harinya. 

Bahkan, Malaysia juga masuk dalam negara dengan kasus per kapita tertinggi di ASEAN dengan 3,13 persen warganya telah dinyatakan terinfeksi COVID-19. 

Meledaknya penyebaran pandemi COVID-19 di Malaysia membuat sejumlah tenaga medis terpaksa menggelar aksi mogok. Bahkan, sebanyak 150 tenaga kesehatan telah memutuskan untuk mengundurkan diri pada tahun ini karena merasa lelah terhadap sistem yang ada. []