Lifestyle

Bukan Hanya Fisik, Osteoporosis Juga Serang Psikologis Hingga Ekonomi

Osteoporosis sendiri tidak hanya memengaruhi kondisi fisik, tetapi juga psikologi, sosial dan ekonomi.


Bukan Hanya Fisik, Osteoporosis Juga Serang Psikologis Hingga Ekonomi
Ilustrasi - Dampak osteoporosis (FREEPIK/karlyukav)

AKURAT.CO, Osteoporosis adalah kondisi ketika kepadatan mineral dan massa tulang menurun, atau kualitas atau struktur tulang berubah. Hal ini dapat menyebabkan penurunan kekuatan tulang yang dapat meningkatkan risiko fraktur atau patah tulang.

Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa mereka menderita osteoporosis sampai terjadi patah tulang, karena biasanya tidak ada tanda atau gejala. Inilah sebabnya mengapa osteoporosis sering disebut sebagai 'silent disease'. Osteoporosis terutama menyerang wanita di usia 30-an, meskipun beberapa pria juga terpengaruh.

Fraktur dapat terjadi pada tulang manapun, tetapi paling sering terjadi pada tulang pinggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan. Ini tidak boleh dianggap sepele sebab International Osteoporosis Foundation (IOF) mencatat bahwa ada 20 persen pasien patah tulang osteoporosis meninggal dalam jangka waktu satu tahun.

Hanya sepertiga yang dapat sembuh dan beraktivitas normal. Sisanya, harus terus berbaring di tempat tidur atau membutuhkan bantuan untuk berdiri dan berjalan. Osteoporosis sendiri tidak hanya memengaruhi kondisi fisik, tetapi juga psikologi dan sosial.

“Terkait faktor psikis atau kejiwaan, dengan terbatasnya gerak dapat mengakibatkan stres karena keinginan beraktivitas yang terhalang," kata  Dr.dr. Luciana Sutanto, MS. SpGK., kepada AKURAT.CO dalam virtual media briefing bertema "Prevent Osteoporosis in HER 30s: I AM Smarter, Stronger, Happier", Selasa, (19/10/2021). 

"Faktor sosial, keterbatasan gerak bahkan jika telah patah, perlu bantuan orang lain yang dapat menyebabkan keterbatasan bersosialisasi,” jelas dr. Luci lagi.

Dampak osteoporosis lainnya yang tidak boleh dilupakan adalah tentang ekonomi. Biaya yang dikeluarkan saat mengalami osteoporosis biasanya meliputi konsumsi obat secara teratur. Sedangkan harga obat-obatannya cukup mahal. Ini tentu akan menghabiskan biaya yang tidak sedikit.

"Biaya yang harus dikeluarkan berkaitan dengan osteoporosis sangat besar," kata dr. Luci.

Jika kamu menderita osteoporosis, perubahan gaya hidup dan perawatan medis dapat mencegah pengeroposan tulang lebih lanjut dan mengurangi risiko patah tulang. Olahraga juga dapat menjadi komponen penting untuk memperkuat tulang serta mengurangi risiko jatuh melalui latihan keseimbangan.

Namun, kamu perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui jenis olahraga atau lathan yang tepat tergantung pada kondisi, usia, dan kendala fisik lainnya.[]