Lifestyle

Bukan Dari Indonesia, Ini Tempat Asal Kucing Kampung

Bukan Dari Indonesia, Ini Tempat Asal Kucing Kampung
Potret Kucing Kampung (Detik)

AKURAT.CO, Kucing kampung atau biasa disebut dengan kucing domestik adalah kucing yang sering dijumpai di sekitar kita antara lain di pasar, di rumah, bahkan di kafe-kafe. Sekarang, mudah sekali untuk menemukan kucing jenis ini di berbagai tempat.

Bukan Dari Indonesia, Ini Tempat Asal Kucing Kampung - Foto 1
(Sumber: PIXABAYS)

Beda dari kucing pedigree, seperti persia, maine coon, dan russian blue, kucing kampung berkembang biak dengan sesuka mereka.

Jadi, semua karakteristik gen dari berbagai ras bisa kamu temukan pada kucing domestik. Umumnya terdiri dari jenis shorthair cat atau kucing bulu pendek. Tetapi, ada juga perkawinan antara kucing ini dengan kucing bulu panjang. Hasilnya adalah jenis kucing kampung yang memiliki bulu panjang atau semi-panjang dan lumayan lebat.

baca juga:

Variasi warna dan karakternya juga lebih berwarna dibandingkan kucing ras asli.

Nenek moyang kucing kampung

Bukan Dari Indonesia, Ini Tempat Asal Kucing Kampung - Foto 2
(Sumber: Flicker)

Kucing kampung selain disebut kucing domestik, juga disebut kucing moggy. Kucing ini masuk ke dalam jenis felis silvestris lybica atau kucing gurun. Fakta yang ditemukan menjelaskan bahwa kucing jenis ini sudah hidup sejak jaman periode Neoltik pada Mesir Kuno. Nenek moyangnya merupakan kucing yang berasal dari DNA kucing liar Afrika Utara atau Asia Barat. Kucing ini juga sering dianggap sebagai kucing yang “kehilangan identitas” karena terus terjadi percampuran. 

Menurut penelitian genetik, manusia dan kucing sudah hidup berdampingan sejak 10.000 tahun lalu. Ini menjadi awal kucing didomestikkan dan mulai menjalin hubungan dengan manusia.

Fakta unik kucing kampung

Bukan Dari Indonesia, Ini Tempat Asal Kucing Kampung - Foto 3
(Sumber: Shutterstock)

Kucing yang memiliki banyak loreng di tubuhnya ini seringkali dinomorduakan dengan kucing ras lain. Padahal, kucing ini memiliki banyak fakta unik yang bisa bikin kamu tambah gemas!

Berikut fakta-fakta unik tentang kucing kampung.

1. Tersebar karena pelaut

Penelitian yang dilakukan oleh Ottoni juga menjelaskan mengapa kucing menyebar di seluruh dunia. Dengan menganalisis, DNA purba dari sisa-sisa kucing yang ditemukan di kota pelabuhan, para ilmuwan menyimpulkan jika kucing dibawa dengan kapal.

Kucing digunakan pelaut untuk membantu melindungi penyimpanan makanan di kapal untuk membunuh hewan pengerat.

2. Kucing kampung lebih berumur panjang

Dibandingkan kucing ras lainnya, kucing ini cenderung diberkahi dengan umur yang lebih panjang. Ini disebabkan kecakapannya dalam beradaptasi membuat daya tahan tubuhnya menjadi kuat.

Banyak ahli berpendapat, kalau rentang hidup kucing ini di alam berkisar mulai dari 2 - 3 tahun. Apalagi, kalau ia dirawat dengan baik oleh manusia dengan baik bisa bertahan hidup hingga usia 10 - 20 tahun. 

3. Memiliki kepekaan tinggi

Dengan terbiasa hidup di alam liar, membuat kucing kampung memiliki kepekaan yang lebih tinggi.

Kelebihan ini biasa dipakai untuk mencari makan di alam liar.

Tidak hanya untuk mencari makan, kepekaan ini juga digunakan untuk hal lainnya seperti deteksi lawan dan mencari tempat yang aman.

4. Lebih aktif

Kucing domestik cenderung lebih aktif dibandingkan dengan jenis kucing ras lainnya. Kucing ini lebih mudah jika diajak bermain dan beraktivitas di luar ruangan. Hal ini karena sifat naluriahnya yang masih melekat dengan aktivitas berburu.

Maka dari itu, kucing domestik sangat mampu bertahan hidup meskipun tidak selalu diberi makan.

5. Kelincahan karena bertubuh ramping

Dari bentuk tubuh atau fisik, kucing kampung memiliki tubuh yang lebih ramping dibanding tubuh kucing lainnya. Ini bisa berguna untuk menambah kelincahan saat kucing bergerak, bermain, berlari, dan berburu.

6. Hubungan warna dan perilaku

Peneliti E.A Stelow melakukan penelitian menggunakan survei online dan menemukan jika kucing berwarna gelap seperti abu-abu dan putih serta hitam putih cenderung lebih agresif daripada kucing warna lain.

Selain itu kucing yang berwarna terang dan muda umumnya menemukan tuan lebih cepat daripada kucing berwarna gelap.

7. Terhindar dari penyakit genetik

Kucing pedigree juga lebih rentan terkena penyakit genetik. Misalnya, peaknose punya kecenderungan terkena penyakit pernapasan. Sedangkan Munchkin rentan terserang penyakit yang berhubungan dengan sendi.

Berbeda dengan keduanya, kucing kampung tidak membawa keaslian genetik di dalam tubuhnya. 

8. Kucing kampung lebih cerdas

Kucing domestik diketahui lebih cerdas. Terbiasa dengan kehidupan alam liar yang keras menambah skill kemampuan kucing untuk bertahan hidup. Tentunya, ini memerlukan kecerdasan sehingga bisa sanggup bertahan di alam liar.

Kecerdasan itu biasanya gunakan untuk berburu mangsa atau melarikan diri dari ancaman bahaya.

9. Kucing kampung Bukan omnivora

Walaupun kerap kali kita menemukan kucing jenis ini sedang memakan sesuatu selain makanan untuk karnivora, jangan pernah berpikir bahwa kucing ini adalah omnivora ya!

Kucing tetaplah hewan karnivora yang membutuhkan zat hewani untuk hidup dan berkembang. 

10. Lebih kotor

Kucing kampung cenderung lebih kotor. Ini dikarenakan kucing ini memiliki sifat yang sangat aktif dan tidak menyukai air.

Tak jarang mereka memiliki luka akibat dari perkelahian dengan kucing lainnya.

11. Si penyuka ketinggian

Mereka memiliki badan yang memang mendukung untuk banyak bergerak dan melompat. Maka dari itu, banyak kucing kampung yang suka bermain di tempat yang tinggi.

Dengan memanjat ke area yang lebih tinggi, dianggap bisa membantu untuk mendapat gambaran lebih jelas tentang area kekuasaan mereka.