Lifestyle

Bukan Cuma Pola Makan, Ini Kunci Sukses Turunkan Berat Badan

Stres juga harus dikelola saat menurunkan berat badan


Bukan Cuma Pola Makan, Ini Kunci Sukses Turunkan Berat Badan
Ilustrasi - Kunci utama menurunkan berat badan (Unsplash/Total Shape)

AKURAT.CO Stres dapat secara signifikan memengaruhi kemampuan untuk mempertahankan berat badan yang sehat. Kondisi ini juga bahkan menyebabkan kenaikan atau menghambat upaya penurunan berat badan.

Inilah sebabnya Dokter Spesialis Gizi Halodoc, dr. Shiela Stefani M.Gizi, Sp.GK, AIFO-K, FINEM menyarankan untuk mengendalikan tingkat stres jika hendak menurunkan berat badan, dan menerapkan diet sehat. 

Salah satu cara paling sederhana untuk mengelola stres adalah berolahraga. Ini bisa mengelola stres sekaligus membakar kalori, yang tentunya mendukung upaya penurunan berat badan. 

baca juga:

"Semua pasien saya akan sarankan untuk mengatasi stres. Salah satu yang bisa dilakukan untuk mengurangi tres adalah berolahraga. Kita olahraga sekalian membakar kalori, dan di satu sisi juga menurunkan stres," kata dr. Shiela dalam acara HaloTalks: Bukan Diet Sembarangan, Cari Tahu Diet Mudah dan Aman bersama HaloDiet, dikutip AKURAT.CO pada Selasa (21/6/2022). 

Pada saat stres, kelenjar adrenal yang terletak di ginjal akan melepaskan hormon stres alami, kartisol. Ini mengirim sinyal untuk menghentikan sementara fungsi tubuh biasa dan memperlambat metabolisme.

Jadi, selain mengikuti pedoman diet sehat, kamu juga perlu mengelola tingkat stres jika ingin menurunkan berat badan. 

"Hormon stres mengganggu metabolisme tubuh. Walaupun orang yang tipe stresnya bukan yang makan terus, hormon stres itu sendiri mengganggu metabolisme sehingga pembakaran lemak menjadi menurun Itulah yang menghambat penurunan berat badan jika seseorang masih stres, atau kadar stresnya tinggi," jelasnya. 

"Kala stres, segeralah cepat-cepat diatasi, dengan salah satunya adalah bergerak atau berolahraga," pungkas dr. Shiela.

Selain memengaruhi upaya penurunan berat badan, metabolisme juga mengubah makanan menjadi energi. Dan melambatnya metabolisme dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan yang tidak boleh diabaikan, menurut  American Psychological Association.

Beberapa diantaranya adalah depresi, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, menurunkan kekebalan tubuh, hingga menambah berat badan.

Adapun berat badan yang bertambah akibat lonjakan kortisol sering kali terjadi di sekitar perut.

Lemak yang terakumulasi di sekitar area pinggang dikaitkan dengan perkembangan penyakit kardiovaskular, dan sangat sulit untuk dihilangkan.[]