News

Bukan Anies- Puan, Duet Puan-Anies Lebih Punya Akses Diusung PDIP

Pengamat politik yang juga Direktur Indonesia Politik Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan, peluang duet Anies Baswedan-Puan Maharani sebagai pasangan Capres-cawapres tahun 2024 bakal sulit diusung.

Bukan Anies- Puan, Duet Puan-Anies Lebih Punya Akses Diusung PDIP
Direktur Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah Putra di acara diskusi polemik (AKURAT.CO/Yudi Permana)

AKURAT.CO, Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Politik Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan, peluang duet Anies Baswedan-Puan Maharani sebagai pasangan Capres-cawapres tahun 2024 bakal sulit diusung. Kecuali komposisinya dibalik yakni Puan Maharani-Anies Baswedan. 

Dia beralasan, Puan yang juga politisi PDIP itu lebih punya akses diusung partainya sebagai calon presiden (Capres) daripada PDIP mengusung Anies. 

"Yang lebih mungkin ya duet (Puan-Anies) itu. Karena kalau kemudian harus Anies-Puan ini kan daya tawarnya akan sangat tinggi dan sulit sekali. Artinya PDIP harus mencari alasan kenapa mereka harus berada di posisi kedua. Padahal dia (PDIP) punya tiket Capres tanpa harus koalisi, kemudian dia (PDIP) punya bukti bahwa kadernya loyal. Itu saya kira akan dilihat sebagai daya tawar juga," katanya saat dihubungi, Selasa (26/7/2022). 

baca juga:

Selain itu, duet Puan-Anies juga dianggap lebih mudah diterima pemilih PDIP yang juga pemenang Pemilu 2019. Para pemilih PDIP, kata dia, bakal lebih mudah menerima tokoh dari internal partainya ssbagai Capres daripada menerima calon dari luar partai itu. 

"Pasti mereka (pemilih PDIP) akan lebih mudah menerima tokoh di tingkat kader mereka sendiri dibanding tokoh lain. Dan barangkali itu juga sehingga PDIP tidak merasa terganggu ketika Gerindra harus membentuk koalisi dengan PKB. Karena mungkin kepentingan mereka (PDIP) tidak terakomodir kalau koalisi dengan Gerindra," ungkapnya. 

Dia mengakui bahwa nama Anies Baswedan memuncaki klasemen tokoh dengan popularitas tinggi sebagai calon presiden pilihan rakyat. Bahkan, berdasarkan hasil survey IPO, nama Anies bertengger paling atas menyisihkan nama-nama beken lainnya. Tetapi, kata dia, Anies tak punya mesin partai untuk memuluskan langkahnya sebagai Capres. 

"Artinya elektabilitas Anies itu adalah elektabilitas pribadi atau personal. Puan Maharani ini meskipun elektabilitasnya rendah itu karena PDIP belum menentukan siapa yang akan diusung. Sehingga suara di tingkatan kader di bawah itu masih terpecah-pecah kepada tokoh-tokoh lain, baik yang ada di PDIP maupun yang ada di luar PDIP," katanya. 

Dia menambahkan, kekuatan PDIP salah satunya pada soliditas pemilih. Karenanya, bila PDIP telah memutuskan nama Capres yang diusung, mesin partai akan all out bekerja di seluruh tingkatan. 

"Jadi tidak bisa hari ini kita melihat bahwa elektabilitas Puan dianggap rendah kemudian dia dianggap tidak layak diusung. Karena dari akses politiknya, Puan Maharani sebagai ketua DPR RI, tentu dia lebih punya peluang. Kedua Puan Maharani adalah elite PDIP dan dia adalah kader tulen," ungkapnya. 

Disisi lain, elite utama PDIP juga menginginkan agar Puan Maharani diprioritaskan untuk dicapreskan pada Pemilu 2024. Sebab, bila tidak, Puan Maharani boleh jadi akan terbenam dari panggung politik pada Pemilu 2029 mendatang. 

"Kalau sampai 2024 Puan tidak maju maka di periode berikutnya (2029) akan muncul generasi lain yang lebih powerfull dan mungkin saja kesempatan Puan menjadi sirna," ungkapnya. []