Ekonomi

Buka RAT AASI, Begini Titah Wakil Presiden Untuk Industri Asuransi Syariah di Indonesia

"Disinilah letak peranan penting sumber daya manusia yang profesional untuk memastikan kepercayaan menjadi pondasi dalam setiap proses bisnis perusahaan."


Buka RAT AASI, Begini Titah Wakil Presiden Untuk Industri Asuransi Syariah di Indonesia
Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma'aruf Amin (AKURAT.CO/Andoy)

AKURAT.CO Wakil Presiden (Wapres) RI Ma'ruf Amin mengingatkan industri asuransi syariah untuk menjaga kepercayaan dalam dunia bisnis dan finansial. Pasalnya kepercayaan ini menjadi kunci penentu dalam perkembangan industri asuransi ke depan.

Kepercayaan tersebut, ungkap Wapres, berawal dari keterbukaan informasi dan kemudahan akses yang akan mempermudah literasi asuransi kepada masyarakat. Melalui digitalisasi, transparansi, dan keterbukaan informasi tersebut akan mempermudah masyarakat dalam mengenal produk dan manfaat asuransi syariah.

"Disinilah letak peranan penting sumber daya manusia yang profesional untuk memastikan bahwa kepercayaan menjadi pondasi dalam setiap proses bisnis perusahaan, terutama bagi agen-agen yang berkompeten serta jujur dalam memberikan informasi terkait asuransi syariah secara benar.Tentunya, ini juga harus diikuti oleh pengelolaan dan investasi yang dapat dipertanggungjawabkan agar trust terus terjaga. Tidak hanya mengejar profit, tapi juga akuntabel dalam situasi apapun, termasuk dalam situasi pandemi," ungkap Wapres dalam sambutanya pada Rapat AnggotaTahunan (RAT) Tahun 2022 Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) yang digelar secara virtual di Jakarta, Rabu (9/3/2022).

baca juga:

Patut disyukuri, meski di tengah pandemi industri asuransi syariah masih mampu untuk tetap tumbuh, terutama ditopang oleh kinerja asuransi jiwa syariah. Industri asuransi syariah secara umum, lanjut Wapres, tetap berpeluang besar untuk berkembang di dalam negeri.

Pada kesempatan ini, Wapres kembali menegaskan kewajiban pemisahan unit syariah sebagaimana amanat Undang-Undang nomor 40 tahun 2014 tentang Perasuransian dengan batas waktu tahun 2024.

Beliau berharap, segenap anggota AASI untuk terus berjuang dan menggali berbagai peluang baru, demi meningkatkan kinerja industri asuransi syariah ke depan. Wapres mengajak para pelaku bisnis asuransi syariah untuk memperkuat inovasi produk dan memperluas pangsa pasar.

Produk asuransi syariah, jelas Wapres, harus dikembangkan agar lebih kompetitif dan tepat sasaran, terutama dari besarnya ceruk dari sektor industri halal yang harus terus digali, agar industri asuransi syariah semakin bersinergi bahkan berintegritas dalam ekosistem industri halal yang tengah dibangun.

Wapres juga mengajak untuk memperkuat exposure industri asuransi syariah melalui kerja sama lintas sektor, karena kolaborasi bersama seperti dengan fintek syariah harus dijajaki.

"Maka kita perkuat sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin antara pemerintah, AASI dan seluruh pemangku kepentingan," ucap Ma'ruf Amin yang juga sebagai Ketua Dewan Penasihat AASI.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi