Ekonomi

Buat Pengusaha Pemula, Terjun ke Bisnis Itu Harus Adaptasi Teknologi!

Selama bersahabat dengan pandemi Covid-19, dunia lebih banyak menelusuri cara memulai bisnis daripada cara mendapatkan pekerjaan.


Buat Pengusaha Pemula, Terjun ke Bisnis Itu Harus Adaptasi Teknologi!
Ilustrasi industri ekonomi digital (Unsplash)

AKURAT.CO Selama bersahabat dengan pandemi Covid-19, dunia lebih banyak menelusuri cara memulai bisnis daripada cara mendapatkan pekerjaan. Namun, untuk terjun di dunia usaha dengan menggunakan digital pasti ditemukan tantangan dan perjuangan.

"Meski begitu, jangan patah semangat karena tidak ada perkembangan tanpa tantangan dan perjuangan yang kita lewati," ujar Business Coach Rumah Siap Kerja dan Pandu Digital Indonesia, Ismita Putri, saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (20/9/2022), dikutip dari siaran pers yang diterima di Jakarta.

Lebih jauh Ismita mengatakan, hadirnya digitalisasi saat ini bukanlah sebuah pilihan, melainkan keharusan yang sudah terjadi. Mau atau tidak, setiap orang harus beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Sebagai individu yang mau berkembang tentu harus berani melatih kecakapan digital dengan terjun berkolaborasi antargenerasi. Serta, menerima terhadap kehidupan yang tercampur antara offline dan online.

baca juga:

Media sosial saat ini masih menjadi sumber utama untuk mendapatkan informasi, yaitu 89 persen. Dengan pengguna internet Indonesia sebanyak 204,7 juta, 191 juta di antaranya aktif di media sosial sehingga ini tentu sangat berpengaruh besar. Bahkan, bisa dimanfaatkan untuk bisnis, mempromosikan produk, serta membaca perilaku konsumen.

"Ada banyak tools yang bisa kita gunakan agar makin cakap digital. Saya kasih contoh tools yang paling banyak digunakan orang-orang saat mencari kata kunci dan apa yang paling banyak dicari orang saat ini apakah di Indonesia atau luar negeri," kata Ismita lagi.

Ada Google Trend yang bisa digunakan untuk para pelaku usaha pemula mencari tahu tren maupun pangsa pasarnya agar modal yang dikeluarkan juga bisa efektif. Tak hanya untuk pemilik bisnis, bahkan para kreator konten biasanya mencari tahu dulu apa yang sedang tren sebelum membuat konten. Hal ini juga berlaku untuk konten Instagram sebab mesin pencari tidak bisa membaca gambar, tapi membaca deskripsi atau kata.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di Kabupaten Jember, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi