News

Buat BBM Langka, Geng Terkuat Haiti Ancam PM Ariel Henry untuk Mundur

Buat BBM Langka, Geng Terkuat Haiti Ancam PM Ariel Henry untuk Mundur


Buat BBM Langka, Geng Terkuat Haiti Ancam PM Ariel Henry untuk Mundur
Seorang demonstran menambahkan ban ke tumpukan yang terbakar di jalan selama demonstrasi menentang ketidakamanan dan kekurangan bahan bakar, di Port-au-Prince, Senin (25/10). (Ralph Tedy Erol / Reuters)

AKURAT.CO, Salah satu gangster paling kuat di Haiti menuntut agar Perdana Menteri (PM) Ariel Henry mengundurkan diri. Desakan muncul di tengah krisis bahan bakar yang melanda Haiti.

Sebagaimana dilaporkan Reuters hingga Al Jazeera, jalan-jalan Haiti menjadi sangat lengang pada Selasa (26/10), di mana pompa-pompa bensin terus mengering karena anggota geng memblokir pintu masuk ke pelabuhan yang menyimpan pasokan bahan bakar. 

Kekurangan bahan bakar selama berhari-hari telah membuat warga Haiti hanya memiliki sedikit pilihan transportasi dan memaksa penutupan sejumlah bisnis. Rumah sakit, yang kini harus mengandalkan generator diesel, juga terancam tutup.  

Kekurangan bensin dan blokade terjadi usai Haiti dihantam berbagai masalah. Itu termasuk gempa bumi dahsyat pada Agutus, pembunuhan Presiden Jovenel Moise, hingga gelombang penculikan geng, seperti kasus penculikan awal bulan ini terhadap sekelompok misionaris Kanada dan AS.

Di tengah carut-marutnya situasi itu, seorang pemimpin geng 'G9' di ibu kota Port-au-Prince, Jimmy 'Barbecue' Cherizier, mengancam kepala pemerintahan. Dalam sebuah wawancara radio pada Senin (25/10) malam, Cherizier mengklaim akan menjamin perjalanan truk bahan bakar yang aman. Namun, itu dengan syarat: Henry mesti meninggalkan kantor.

"Daerah-daerah di bawah kendali G9 diblokir hanya karena satu alasan: kami menuntut pengunduran diri Ariel Henry. Kalau Ariel Henry mengundurkan diri pada pukul 8:00, pukul 08:05, kami akan membuka blokir jalan dan semua truk akan bisa lewat untuk mendapatkan bahan bakar," kata Cherizier kepada Radio Mega Haiti.

Seorang juru bicara kantor Henry belum segera menanggapi permintaan komentar dari kantor berita Reuters. Namun, pernyataan Cherizier menunjukkan bahwa geng-geng Haiti telah mengambil peran politik yang semakin meningkat usai pembunuhan Moise pada Juli.

Cherizier mengatakan Henry harus 'menjawab pertanyaan' yang menghubungkannya dengan pembunuhan Moise. Henry sendiri telah membantah bahwa dirinya terlibat.

Haiti awalnya menjadwalkan pemilihan umum pada November. Itu kemudian ditangguhkan setelah Henry memberhentikan dewan yang menyelenggarakan pemilihan pada bulan lalu.  Sebagai gantinya, Henry berjanji akan menunjuk dewan non-partisan baru untuk menetapkan tanggal lain. Namun, para kritikus telah menganggap langkah Henry tersebut sebagai hal yang 'bias' dalam kaitannya dengan Moise.

Buat BBM Langka, Geng Terkuat Haiti Ancam PM Ariel Henry untuk Mundur - Foto 1
 Seorang anggota Polisi Nasional Haiti menghalangi pengunjuk rasa di depan Istana Nasional selama demonstrasi menentang ketidakamanan dan kekurangan bahan bakar, di Port-au-Prince, Haiti, Senin (25/10)-REUTERS/Ralph Tedy Erol

Sementara itu, sebuah rekaman soal distribusi bahan bakar telah beredar di WhatsApp menunjukkan logo biro bantuan luar negeri Haiti, BMPAD, mengawasi pengadaan bahan bakar. Dalam video itu, BMPAD mengatakan bahwa negara itu memiliki 150 ribu barel solar dan 50 ribu barel bensin di terminal yang berbeda. Dikatakan pula bahwa 50 ribu barel bensin lainnya akan tiba pada hari Rabu (27/10).

Direktur BMPAD Ignace Saint Fleur tidak segera menanggapi pesan permintaan komentar.

Namun, menurut kepala asosiasi pemilik layanan SPBU, ANAPROSS, Marc Andre Deriphonse, 100 ribu barel solar dan bensin hanya bisa memasok kebutuhan bahan bakar Haiti selama 5-7 hari. 

Bisnis-bisnis telah memberi peringatan akan kemungkinan penghentian operasi yang dipicu oleh bahan bakar yang langka. Perusahaan telekomunikasi misalnya, mengaku bahwa beberapa menara selulernya tidak lagi beroperasi.

"Ini adalah yang terburuk yang pernah saya lihat," ujar seorang pengemudi ojek yang menunggu untuk menjemput penumpang di luar Port-au-Prince, ketika ditanya tentang kelangkaan bahan bakar. Dia menolak memberikan namanya.

Beberapa pengemudi lain terlihat mengikat sejumlah galon ke sepeda motor. Mereka berharap bisa mengisi galon-galon itu dengan bahan bakar yang kemudian akan dijual di pasar gelap. Satu galon bensin di jalanan sekarang bisa mencapai USD20 (Rp283 ribu). Harga ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga normal SPBU yang hanya sekitar USD2 (Rp28 ribu).

Badan anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa UNICEF pada hari Minggu (24/10) mengatakan telah menegosiasikan pengiriman bahan bakar ke rumah sakit Haiti. Akan tetapi, penyedia malah menolak untuk melakukan pengiriman, dengan alasan kondisi keamanan.

Di sebuah kantor polisi dekat Port-au-Prince, dua petugas tidak dapat bekerja karena kekurangan bahan bakar. Menurut seorang pejabat, kendaraan-kendaraan polisi kini hanya memiliki sekitar seperempat bahan bakar.

"Sebagian besar kendaraan kami memiliki sekitar seperempat tangki," ujar pejabat polisi itu, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena mengaku tidak punya berwenang untuk berbicara dengan wartawan.

Sementara warga mengeluh langkanya bahan bakar minyak (BBM), para pemimpin industri transportasi menyerukan pemogokan untuk memprotes gelombang penculikan. Menurut mereka, penculikan secara tidak langsung telah mempengaruhi pengemudi truk dan pekerja angkutan umum. []