News

Buang Air Besar di Tungku Pembakaran Dupa, Pria ini Didenda Jutaan Rupiah

Pria tersebut akhirnya diseret ke pengadilan dan divonis 7 minggu penjara hingga denda jutaan rupiah


Buang Air Besar di Tungku Pembakaran Dupa, Pria ini Didenda Jutaan Rupiah
File foto kaleng pembakar dupa. (CNA)

AKURAT.CO, Seorang pria asal Singapura menjadi perbincangan karena nekat buang air besar di dalam kaleng pembakar dupa yang dipasang di luar rumah warga. Diketahui, karena kasus ini, pria tersebut akhirnya diseret ke pengadilan dan divonis 7 minggu penjara hingga denda jutaan rupiah.

Seperti diwartakan Mothership hingga CNA, pria tersebut diidentifikasi sebagai Zulkeflee Ab Razak (47). Pada tanggal 27 April 2020, Zulkeflee terbukti meninggalkan rumah selama pembatasan COVID-19.

Saat itu, Zulkeflee yang pengangguran, awalnya berkeliling di sekitar kawasan Geylang. Di daerah bisnis Singapura itu, Zulkeflee berputar-putar selama setidaknya tiga jam.

Setelahnya, Zulkeflee naik bus dan pergi ke Bukit Batok. Di tempat ini, Zulkeflee juga berjalan-jalan tanpa alasan pasti.

Kemudian, Zulkeflee mengarah ke sebuah kawasan apartemen dan pergi ke lantai sepuluh. Di sanalah, Zulkeflee mulai melancarkan aksi buang air besar.

Korban, yang diidentifikasi sebagai pria berusia 27 tahun, lantas menerangkan bagaimana pada saat kejadian, ia berada di ruang tamu.

Korban juga mengaku bahwa mulanya, ia tidak sadar dengan ulah Zulkeflee. Namun, ketika itu, korban hanya merasa curiga karena baru pertama kali melihat Zulkeflee di apartemennya.

Karena curiga, korban serius mengamati gerak-gerik Zulkeflee. Dan benar saja, saat dipantau itu, Zulkeflee memelorotkan celananya dan langsung membuang hajat ke dalam kaleng pembakar dupa milik korban.

Padahal, bagi korban, kaleng pembakar dupa itu sangat penting dan memiliki makna religius tersendiri.

"Kaleng pembakar dupa memiliki makna religius bagi korban," kata Wakil Jaksa Penuntut Umum Sean Koh.

Korban kemudian langsung mengejar dan menghadang Zulkeflee. Namun, saat dikonfrontasi itu, alih-alih minta maaf, Zulkeflee malah meneriakkan kata-kata kasar kepada korban.

Setelah puas memaki-maki korban, Zulkeflee kemudian kabur dari lokasi. Karena tidak terima, korban langsung melaporkan ulah Zulkeflee kepada pihak berwenang.

Beberapa jam kemudian, korban kembali menelepon polisi dan mengaku melihat Zulkeflee duduk-duduk di bangku yang dipasangi peringatan pembatasan COVID-19.

Polisi kemudian segera bergegas pergi ke lokasi dan menginterogasi Zulkeflee. Saat dicecar pertanyaan itu, Zulkeflee mau mengakui perbuatannya.

Ia juga mengatakan bahwa pada saat kejadian, ia hanya ingin buang air besar. Karenanya, ia naik lift dan menekan tombol secara acak.

Lalu, saat ia melihat kaleng pembakar dupa terbuka, Zulkeflee memutuskan untuk buang air besar ke dalamnya.

Secara terpisah, Zulkeflee juga mengaku sempat mencuri sebungkus rokok dari gerai 7-Eleven di Tampines pada Maret tahun lalu.

Zulkeflee disidang pada Kamis (29/4) lalu. Di sidang itu, jaksa mengungkap bagaimana antara tahun 2018-2020, Zulkeflee ternyata pernah dipenjara karena pelanggaran lain. Di antaranya termasuk meninju, menendang panel kaca di Our Tampines Hub, hingga menendang tanda sepeda.

Lalu, pada tahun 2005-2008, Zulkeflee juga sempat dipenjara karena masalah pencurian.

Namun saat mendengar berbagai pelanggaran dari jaksa itu, Zulkeflee sempat berkilah. Di sidang, ia bahkan mengaku bahwa buang air besar adalah pelanggaran pertamanya. Ia juga menuntut pembelaan terhadap kasus pencurian rokok.

Kendati demikian, hakim pada akhirnya menolak dan mengatakan bagaimana pada kenyataannya, Zulkeflee selalu diseret ke pengadilan saban tahunnya.

Dokumen pengadilan juga telah menegaskan bahwa Zulkeflee tidak menderita penyakit mental.

"Anda datang ke sini hampir setiap tahun," kata hakim.

Karena kasusnya ini, Zulkeflee pun akhirnya divonis 7 minggu penjara hingga denda mencapai sedikitnya 300 dolar Singapura (Rp3,2 juta).[]