News

BtoW Pertanyakan Soal Anggaran Jalur Sepeda, Anggota Komisi B DPRD DKI: Emang Ini Duit Nenek Moyangmu, yang Sekarang Aja Enggak Berfungsi

BtoW Pertanyakan Soal Anggaran Jalur Sepeda, Anggota Komisi B DPRD DKI: Emang Ini Duit Nenek Moyangmu, yang Sekarang Aja Enggak Berfungsi
Pemotor nekat melawan arus melewati jalur khusus sepeda di Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Senin (28/2/2022). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Anggota Komisi B DPRD DKI, Gilbert Simanjuntak mengkritik komunitas sepeda bike to work (BtoW) yang protes lantaran anggaran penambahan jalur dan lajur sepeda di DKI ditiadakan untuk tahun 2023. Gilbert mengatakan, dari sisi fungsi, jalur sepeda peninggalan kebijakan era Anies Baswedan tak berfungsi. 

"Kalau sepeda? Memang tidak ada jalur sepeda berfungsi. Semua orang mengatakan itu. Kalau BtoW bersuara, mereka sendiri enggak pakai. Kalau mereka bersuara, harusnya mereka pakai juga," kata Gilbert, Jumat (25/11/2022). 

Dia menegaskan, tidak ada niat Komisi B DPRD DKI untuk menghalangi anggaran penambahan jalur dan lajur. Tetapi, kata dia, pihaknya tidak ingin anggaran yang bersumber dari APBD DKI tidak dimanfaatkan untuk kebutuhan lain masyarakat. 

baca juga:

"Tidak ada niat kita sedikitpun untuk menghapus jalur sepeda. Tetapi kita tidak mau anggarkan untuk sesuatu yang enggak ada gunanya. Kalau tidak berfungsi lalu ngotot, maksudnya apa. Emangnya ini uang nenek moyangmu," katanya. 

Dia mengatakan, jika Dishub DKI ingin membangun atau memperluas area jalur sepeda, dia meminta agar Dishub DKI menunjukan padanya lokasi jalur sepeda yang steril dan digunakan oleh pesepeda. 

"Sekarang apa yang terjadi jalur sepeda? Kalau kalian (Dishub) mau bangun lagi jalur sepeda, saya perlu data. Di mana jalur sepeda yang berfungsi?" ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini jalur sepeda di DKI sudah dikooptasi oleh mayoritas kendaraan berbahan bakar fosil. Padahal, semangat membangunnya untuk mendukung program Jakarta rendah emisi. 

"Sekarang apa yang terjadi di jalur sepeda? Semua menggunakan jalur sepeda. Mobil, motor, bajaj, dan starbucks keliling (pedagang kopi menggunakan sepeda). Apa ada sepeda yang lewat di situ, enggak ada," ungkapnya. 

Seperti diketahui, DPRD DKI akhirnya memangkas usulan anggaran jalur sepeda pada APBD DKI tahun 2023. Semula, Dishub DKI mengusulkan Rp38 miliar untuk untuk jalur sepeda. Tetapi pada rapat pembahasan anggaran di Komisi B, usulan itu ditolak dan dihapus. Tetapi, anggaran itu muncul lagi dalam rapat badan anggaran meskipun besaran anggarannya menciut menjadi Rp7,5 miliar.