Tech

BSSN Hadirkan Aplikasi BeSign untuk Permudah Tanda Tangan Elektronik

Aplikasi untuk mengelola tanda tangan elektronik dan verifikasi dokumen tanpa terbatas pada ruang.


BSSN Hadirkan Aplikasi BeSign untuk Permudah Tanda Tangan Elektronik
Peluncuran aplikasi BeSign. (bssn.go.id)

AKURAT.CO Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melalui Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) meluncurkan super-app BeSign untuk memudahkan dalam mengelola tanda tangan elektronik dan verifikasi dokumen tanpa terbatas pada ruang secara lebih efektif. Aplikasi ini nantinya akan digunakan oleh lebih dari 4 juta ASN diseluruh Indonesia.

"BeSign diharapkan menjadi super-app yang mengakomodir berbagai kebutuhan penggunaan Sertifikat Elektronik berbasis mobile. Berjalan bersama Aplikasi Manajemen Sertifikat, e-Sign Cloud, Panter, dan Simantaps, dari mulai melakukan penerbitan hingga penandatanganan dokumen. Aplikasi ini akan digunakan oleh lebih dari 4 juta ASN diseluruh Indonesia," ujar Kepala BSrE Jonathan Gerhard Tarigan, dilansir dari laman resmi BSSN.

Kepala BSSN Hinsa Siburian mengatakan, kehadiran aplikasi BeSign dapat mendorong terwujudnya sistem pemerintahan berbasis elektronik yang aman di Indonesia. Selain itu, berbagai sisi pemanfaatan Sertifikat Elektronik yang semula dikelola terpisah, kini bisa dikelola dengan lebih mudah melalui aplikasi mobile ini. 

"Super-app BeSign ini diharapkan dapat menjadi aplikasi terdepan untuk mengelola Tanda Tangan Elektronik dan verifikasi dokumen tanpa terbatas pada ruang secara lebih efektif," kata Hinsa.

Dalam merencang aplikasi BeSign ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Plt. Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menjelaskan, hal pertama yang harus diperhatikan dalam membangun aplikasi ini adalah dari sisi data security. 

"Data security merupakan hal utama dalam aplikasi yang sifatnya mengumpulkan data pribadi pengguna. Hal berikutnya adalah cultural context mengingat setiap instasi memiliki sifat atau natural yang khas dan berbeda dengan instansi lainnya," unggap Bima.

Lebih lanjut, Bima mengatakan, masyarakat juga perlu memahami jika Tanda Tangan Elektronik memiliki kekuatan hukum yang sama dengan tanda tangan basah. Oleh karena itu, perlu juga adanya edukasi tentang cara membedakan keaslian atau validitas tanda tangan elektronik.

Sementara itu, Jonathan menyatakan hingga 2 November 2021, BSrE telah menerbitkan lebih dari 180.000 Sertifikat Elektronik, 521 aplikasi/sistem elektronik 100 Instansi Pusat dan BUMN, serta 276 Instansi Daerah dan Universitas telah terintegrasi dengan sistem BSrE. Menurutnya, Pembuatan aplikasi BeSign tersebut merupakan bentuk komitmen BSrE dalam meningkatkan layanan pemanfaatan Sertifikasi Elektronik agar bisa dilakukan lebih mudah dalam satu genggaman.