Ekonomi

BSI Sudah Gelontorkan Rp13 Triliun untuk Pembiayaan Infrastruktur

BSI mencatatkan porsi pembiayaan infrastruktur sebesar Rp13 triliun atau sekitar 8 persen dari total portfolio pembiayaan BSI hingga Oktober 2021.


BSI Sudah Gelontorkan Rp13 Triliun untuk Pembiayaan Infrastruktur
Karyawan saat melakukan aktivitas di kantor cabang Bank Syariah Indonesia di Jakarta, Selasa (2/2/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan porsi pembiayaan infrastruktur sebesar Rp13 triliun atau sekitar 8 persen dari total portfolio pembiayaan BSI hingga Oktober 2021.

"Sampai dengan Oktober 2021, Bank Syariah Indonesia memiliki portfolio di pembiayaan infrastruktur lebih dari Rp13 triliun. Jadi ini angka yang relatif besar kalau kita hadapkan dengan total eksposur pembiayaan kami pada posisi yang sama di angka Rp163 triliun," ujar Wholesale & Transaction Banking Director BSI Kusman Yandi dilansir dari Antara, Rabu (24/11/2021).

Kusman Yandi mengatakan BSI banyak terlibat pada proyek-proyek konstruksi sipil, antara lain untuk jalan tol, dengan keterlibatan BSI di lebih dari tujuh ruas jalan tol serta angka limit lebih dari Rp5,3 triliun.

"Kami juga banyak masuk untuk sektor membiayai proyek-proyek kelistrikan, apakah itu capex-nya PLN maupun proyek-proyek Independent Power Producer (IPP) atau produsen listrik nasional milik swasta," katanya.

Selain itu, BSI juga masuk ke proyek bandara, khususnya di PT Angkasa Pura I. BSI masuk juga ke sektor pelabuhan, khususnya di PT Pelindo I sebelum proses merger Pelindo.

"Pada tahun 2021, kita juga bisa melihat selama tahun ini kami sudah menyetujui (pembiayaan) bagi lima proyek infrastruktur di mana empat di antaranya dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan total limit di angka Rp1,8 triliun," kata Kusman Yandi.

Untuk ke depannya, BSI melihat untuk 2020-2024, ada funding gap untuk pendanaan pembangunan infrastruktur yang cukup besar, pada kisaran angka Rp6.445 triliun. Sedangkan kapasitas APBN hanya mampu menyediakan di angka Rp2.385 triliun.

Dengan demikian, terdapat funding gap yang relatif besar Rp4.060 triliun atau 63 persen dari total kebutuhan, yang tersebar di beberapa kelompok proyek seperti infrastruktur pelayanan dasar, infrastruktur ekonomi, infrastruktur perkotaan, dan energi serta ketenagalistrikan.

Sebelumnnya, BSI Membidik pembiayaan sebesar Rp5 triliun hingga akhir tahun seiring dengan peluncuran layanan pembiayaan Mitraguna Online yang dapat diakses melalui aplikasi BSI Mobile.