Ekonomi

BSI Geber Kurangi Ketimpangan Pendapatan UMKM dengan Usaha Besar

Bank Syariah Indonesia (BSI) berkomitmen untuk mengurangi ketimpangan pendapatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan pelaku usaha besar


BSI Geber Kurangi Ketimpangan Pendapatan UMKM dengan Usaha Besar
Pengunjung memilih pakaian batik di salah satu kios usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di trotoar sekitar Taman Sumenep, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (9/2/2021). (UMKM, Kios UMKM, Trotoar Taman Sumenep)

AKURAT.CO Bank Syariah Indonesia (BSI) berkomitmen untuk mengurangi ketimpangan pendapatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan pelaku usaha besar.

Dimana menurutnya, pelaku UMKM rata-rata memperoleh pendapatan sebesar Rp58 juta per tahun sementara pendapatan pelaku usaha besar mencapai Rp1,4 miliar per tahun.

"Kami merespons (ketimpangan pendapatan) itu baik melalui produk pembiayaan maupun dari sisi pendidikan, pelatihan, atau pendampingan, termasuk pengembangan pola kemitraan untuk UMKM," kata Direktur Retail Banking BSI Kokok Alun Akbar dalam webinar BSI untuk UMKM Indonesia yang dipantau di Jakarta, Jumat (15/10/2021).

Ia mengatakan bahwa UMKM merupakan salah satu pilar penting perekonomian Indonesia karena jumlah UMKM yang cukup besar, yakni mencapai sekitar 64,5 juta atau 99 persen dari total pelaku usaha Indonesia.

"Kalau kita lihat kontribusi UMKM juga cukup besar terhadap perekonomian Indonesia. Kontribusi UMKM terhadap PDB sebesar 60 persen," imbuhnya.

Karena itu, menurutnya, semua pihak termasuk BSI harus bersama-sama meningkatkan pendapatan UMKM. Pasalnya, saat ini pelaku UMKM masih menghadapi berbagai permasalahan, antara lain permasalahan yang berkaitan dengan perizinan, inovasi produk, jaringan distribusi, dan kesulitan mengakses pemodalan maupun pembiayaan.

Selain melalui pembiayaan dan pendidikan, BSI juga mendorong UMKM mengembangkan kemitraan baik dengan sesama pelaku UMKM maupun dengan pelaku usaha besar yang akan menjadi pengguna produk mereka.

Dengan ini, usaha-usaha ultra mikro akan mendapatkan kepercayaan dari perbankan, termasuk BSI untuk mendapatkan pembiayaan.

"Dengan kita bangun pola kemitraan dimana produk UMKM di-offtaker oleh pelaku usaha besar, kemudian nanti juga ada pendampingan dan pelatihan, kami juga berani masuk membiayai," ujarnya.